-->

Tasrif H.M Saleh S.H. M.H " UU Cipta Kerja Efektif Jika Penuhi Unsur Filosofis, Sosiologis dan Yuridis

Bidik Nusantara
Friday, 9 October 2020, 21:26 WIB Last Updated 2020-10-12T22:15:56Z

BOGOR, bidiknusantara.com - Undang - Undang Omnibus Law yang telah disahkan DPR RI pada 5 Oktober 2020, banyak menuai kontroversi dimasyarakat, sehingga menimbulkan banyaknya opsi - opsi bahkan hingga terjadi Ujuk rasa dimana - mana.

UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut sebetulnya bisa diterima masyarakat jika memenuhi beberapa unsur, seperti yang di katakan Ketua Bidang Humas Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (HAPI) Tasrif H.M Saleh S.H. M.H.  seperti yang dilansir Kabarlagi.com.

" bahwa pemesanan peraturan perundang-undangan setidaknya harus memperhatikan dua hal yaitu sebagai keterbukaan dan efektifitasnya dikalangan masyarakat" terangnya.

Kabid Humas HAPI ini juga menyikapi, banyaknya aksi undang-undang cipta kerja yang telah disahkan oleh DPR RI.

Tasrif menyatakan protes dari berbagai kalangan terhadap UU cipta kerja menunjukan bahwa keterbukaan belum terpenuhi, meskipun menurut pengakuan DPR telah membahas RUU Cipta kerja sebanyak 64 kali pembahasan sebelum mereka ketok palu, namun tetap saja belum dapat diterima oleh masyarakat terutama kaum buruh.

"Efektifitasnya UU Cipta kerja mengurusnya memperhatikan tiga landasan dalam pembuatan undang-undang yaitu Landasan Filosofis, Sosiologis, dan Yuridis," kata Tasrif dalam keterangannya, Jumat (10/9/20).

Tasrif H.M Saleh S.H. M.H menjelaskan, tiga landasan tersebut jika penangguhan dengan protes yang terjadi terhadap UU Cipta kerja saat ini belum memenuhi landasan Sosiologi yang mempertimbangkan kondisi perkembangan, dan kebutuhan masyarakat dan negara saat ini. (Red)

 
Komentar

Tampilkan

Terkini