-->

Petugas DLH Cianjur Temukan Ratusan Botol B3 Medis Dibuang Sembarang

Bidik Nusantara
Monday, 5 October 2020, 14:09 WIB Last Updated 2020-10-05T07:17:30Z

CIANJUR, bidiknusantara.com - Petugas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLH) Cianjur menemukan ratusan botol bekas limbah B3 mengandung kimia, ukuran sekitar 500 mililiter dibuang sembarangan di tengah masa pandemi Covid-19.

Pasalnya, penemuan botol tersebut ditemukan seorang petugas DLH Cianjur, Dede Ikhsan alias Ading di parit (sungai kecil) halaman Wisma Kompas, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat sekitar pukul 16.30 WIB, Sabtu (4/10)2020) sore kemarin.

"Itu ditemukan tak sengaja oleh petugas kami bagian kerja di Kecamatan Pacet. Itu tidak sengaja, sedang memungut sampah tugas harian," kata Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) DLH Kabupaten Cianjur, Neneng kepada bidiknusantara.com, Senin (5/10/2020) pagi.

Namun, kata dia, pas dilihat ternyata dalam keresek warna putih bening ada ratusan botol limbah B3 (medis) berbahaya mengandung kimia

"Kini, ratusan botol dalam keresek, nantinya akan dijadikan barang bukti (BB) sudah diserahkan sekaligus dilimpahkan ke pihak kepolisian Polres Cianjur. Karena soal penyelidikan dan kontek hal lainnya itu penegak hukum yang berwenang," tegas Neneng saat ditemui langsung di kantor DLH Cianjur, Jalan Raya Bandung, Kecamatan Karangtengah.

Kabid Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) DLH Kabupaten Cianjur itu menegaskan, botol-botol tersebut adalah bekas obat kimia suntikan, dan itu jelas terlihat ada botol bekas antibiotik (amoksilin), vitamin dan beberapa jenis botol kimia lainnya yang berbahaya.

"Pembungan sembarangan itu sangat membahayakan, karena itu masuk botol bekas limbah B3. Dilarang dan ada peraturan atau sanski, tidak boleh membuang sampah di media terbuka," jelas Neneng.

Neneng mengatakan, kasus ditemukan tanpa kesengajaan sejumlah botol bekas limbah B3 tersebut, kini pihak DLH telah menyerahkan ke Polres Cianjur. Dan, selanjutnya menunggu hasil. 

Selain itu, pihaknya akan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, supaya jangan sampai terulang kembali. Sehingga nanti ada rasa cinta dan saling memiliki kepedulian lingkungan dan alam. "Paling tidak yang terpenting memahami atau mengerti juga bahayanya limbah bekas B3 seperti apa masyarakat," harapnya.

Neneng menambahkan, menurut Undang-Undang (UU) nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, itu kan? Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan zat, energi atau komponen lain sifatnya konsentrasi.

"Baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup. Dan, membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia juga makhluk hidup lainnya," pungkasnya.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini