-->

ORMAS BBRP Bakal Surati Kapolri Terkait Maraknya Geng Motor di Kota Bogor

Bidik Nusantara
Tuesday, 6 October 2020, 17:27 WIB Last Updated 2020-10-06T10:42:06Z

KOTA BOGOR, bidiknusantara.com - Keberadaan geng motor beberapa waktu belakangan semakin merajalela dan membuat resah warga. Bahkan tidak sedikit video aksi-nya tersebut makin banyak ditemui di media sosial. Para geng motor ini tampak semakin berani dan tidak segan-segan melukai warga yang ditemui di jalanan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Ormas Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) Atma Wirya Melalui Sekjen BBRP Angga Satria, melalui pres releas yang di terima redaksi, Senin (05/10/20).

Keberadaan mereka (geng motor) kata dia, membuat geram BBRP, seperti halnya kejadian pada hari Minggu pagi 04 Oktober 2020 terjadi penyerangan terhadap dua orang warga Cikaret Rw.05 bernama dedi dan deden yang kebetulan sedang ronda. Kedua-nya juga sebagai anggota Ormas BBRP zona 1 Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, menjadi korban kena bacokan dari geng motor. 

"Kita geram dengan tindakan geng motor yang sudah meresahkan warga, bahkan kita sudah aksi demo ke Pemkot Bogor 10 bulan lalu. Untuk saat ini, saya akan surati  Kapolri dan Propam Mabes Polri yang selanjutnya akan buat aksi yangg lebih besar kepada Polresta Bogor dan Pemkot Bogor terkait komitmen menjaga kenyamanan dan keamanan kota bogor," tutur Angga.

Pada kesempatan yang sama, DPP BBRP bidang  pemuda, Firman Gustaman berharap, aparat Kepolisian dan Pemkot Bogor segera bertindak tegas. "Jangan hanya wacana membuat jam malam, akantetapi, ada realisasi-nya. Hingga saat ini makin marak geng motor di kota bogor, apalagi sudah kembali memakan korban," imbuhnya.

Terkait rencana akan aksi besar-besaran yang akan dilaksanakan di Polresta Bogor Kota dan Pemkot Bogor, kata dia, yaitu menagih janji komitmen keamanan dan kenyamanan kota bogor," pungkas Firman. 

Ketika dikonfirmasi, Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Rachmat Gumilar mengatakan, sampai saat ini pihak ke-Polisian masih berupaya mengungkap kasus tersebut.

"Intinya kami dari Polresta Bogor Kota terus berupaya dan bekerja profesional untuk mengungkap kasus tersebut. Bahakan, pimpinan memerintahkan membentuk dua tim karena kejadian-nya di dua lokasi, di bogor barat dan bogor selatan," ungkapnya.

Selaian itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi maraknya tauran antar kelompok maupun aksi pemotor liar di malam hari yang  sangat meresahkan warga masyarakat Kota Bogor.

"Bapak Kapolresta Bogor Kota Pol Hendri Fiuser, memerintahkan polsek dan jajaran-ny untuk membentuk unit kecil lapangan (UKL) yang tergabung dari  unit-unit yang ada di polsek. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan upaya pencegahan dan upaya penindakan terhadap aksi pemotor liar yang marak terjadi di wilayah kota bogor," tutur Rachmat.

Rachmah menjelaskan, selain kegiatan antiipasi tauran team gabungan  melakukan kegiatan Pendisiplinan dan sosialisasi tentang Protokol kesehatan Covid-19 (3 M)  kepada warga yang beraktivitas diliar umah pada malam hari.

"Seperti halnya subuh pagi, 6 polsek di wilayah hukum polresta bogor kota melaksanakan kegiatan Patroli malam, disaat warga masyarakat terlelap tidur dan sebagaian warga yang masih ada kegiatan malam. Team UKL melaksanakan kegiatan patroli menyasar ketempat-tempat rawan terjadinya aksi pemotor liar, upaya tindakan team gabungan yaitu membubarkan kerumunan warga atau kelompok yang nongkrong dipinggir jalan," pungkasnya. (Gan)
Komentar

Tampilkan

Terkini