-->

Ini Penjelasan AKBP Sumarni, Pasca Perampasan Hanphone Milik Jurnalis Saat Unras

Bidik Nusantara
Saturday, 10 October 2020, 22:02 WIB Last Updated 2020-10-12T22:17:16Z

CIANJUR, bidiknusantara - Kapolres Kota Sukabumi AKBP Sumarni meminta permohonan maaf, pasca saat meliput unjuk rasa (Unras) penolakan 'Omnibus Law,' ada perampasan handphone (Hp) milik jurnalis Tribun, Fauzi Noviandi alias Jon.

"Saya mohon maaf, khususnya kepada wartawan Tribun yang bertugas di Sukabumi yaitu Jon, dan para jurnalis," bilangnya, saat silaturahmi dengan awak media di BLK, Kecamatan Cianjur, Sabtu (10/10/202).

Ia mengungkapkan, karena waktu itu memang situasi dan kondisi sedang ricuh. Sehingga tidak terpantau semuanya, rekan wartawan juga pasti paham dan mengerti. 

"Saat itu kondisi betul-betul kacau kan? Dan, memang tak terprediksi. Tentu menjadi beban moral dan tanggung jawab saya," ujar AKBP Sumarni.

Sumarni menegaskan, wajib meminta maaf. Karena menjadi seorang pimpinan, tidak mudah.Tapi tetap harus konsisten dan profesional untuk melaksanakan tugas dan kewajiban menggerai situasi.

"Ya, meskipun hingga saat ini masih belum tahu anggota atau bukan yang melakukan perampasan itu," jelasnya.

Kapolres Kota Sukabumi berharap, bila ada miskomunikasi ataupun kesalahpahaman antara jurnalis bisa diselesaikan secara baik. Karena selama ini sudah terjalin hubungan yang baik, sehingga jangan sampai dan gak mau setelah ini muncul opini akan bisa memanfaatkan isu.

"Kejadian dialami jurnalis pihaknya akan siap bertanggung jawab, karena sebagai pimpinan pengamanan saat itu," tegas Kapolresta.

Bahkan, lanjutnya, selaku pimpinan dirinya selalu menekankan, mengimbau agar tak boleh melakukan tindakan resesif melainkan harus bersikap humanis. Namun, seperti diketahui realisasi di lapangan kan? Pasti ada yang berbeda, artinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

"Saya merasa prihatin tak pernah menginstruksikan untuk melakukan atau hal berbuat seperti itu. Bila itu memang anggota," tambah AKBP Sumarni.

Kapolresta Sumarni sangat menghormati pekerjaan jurnalis dan tak pernah ada niatan jauh sedikitpun ingin mengintimidasi atau kontek hal lainnya kebebasan pers, sebagai kontrol sosial.

Ia menambahkan, tidak ada pemikiran kearah sana, terlalu jauh. Saya hanya meminta maaf, saat ini dan terima kasih atas silaturahminya. Sehingga jangan sampai ada miskomunikasi, keinginan bermitra bisa bersinergis antara jurnalis dengan pihak kepolisian.

"Biar ini menjadi catatan atau menjadi bahan evaluasi kedepan. Sehingga jangan sampai terulang kembali," pungkasnya.

Sementara, Ketua PWI Cianjur Moch Ikhsan, yang didampingi Ketua IJTI Cianjur Rendra Gazali mengatakan, mewakili para jurnalis di Cianjur khususnya sangat mengapresiasi atas langkah atau upaya yang dilakukan oleh Kapolres Kota Sukabumi.

"Karena, kejadian itu sama mungkin itu diluar prediksi. Karena melihat suasana atau kondisi sedang rusuh," tuturnya, diamini Ketua IJTI Cianjur, Rendra.

Jadi, masih sambung Ikhsan, tak bisa terkendali dan gak mungkin terpantau oleh pihak kepolisian satu persatunya.

"Secara garis besarnya biar jadi bahan evaluasi dan kedepannya jangan sampai terulang kembali," harap Ketua PWI Kabupaten Cianjur.

Sebagai penutup, Ikhsan menyampaikan, sepenuhnya mitra kerja insan media dengan Polri. Adanya kejadian tersebut kemarin merupakan hal wajar dan dinamika dari sebuah kejadian.

"Kami sangat mengapresiasi apa dilakukan oleh Kapolres Kota Sukabumi. Walaupun belum mengetahui anggota atau bukan yang melakukan perampasan Handphone milik wartawan Tribun," tandasnya, dan beliau sudah menyampaikan permintaan maaf.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini