-->

Ini Alasan Benni Laemana Gugat Martina Hendiati di Pengadilan Negri Kota Bogor

Bidik Nusantara
Wednesday, 7 October 2020, 11:29 WIB Last Updated 2020-10-12T14:34:09Z

KOTA BOGOR, bidiknusantara.com  - Sidang gugatan  Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara Benni Laemana dan Martina Hendiati di Pengadilan Negri Kelas 1 B Kota Bogor, hal itu dilakukan sebaimana itikad baik dari pada pertanggung jawaban Benni Laemana untuk hadir di depan hukum.

Hal tersebut disampaikan, Kuasa Hukum Benni Laemana, Rusmin Wijaya, SH, MH,  usai melaksanakan persidangan di PN kelas 1 B. Kota Bogor, Selasa (06/10/2020) lalu.

Ia menegaskan, dalam hal ini kelienya mendapatkan tanah dan bangunan tersebut dari atas nama Nopia. "Bahwa pak Benni itu beli dari Nopia," imbuhnya.

Nopia menjual tanah dan bangunan, bahkan isi (barang - barang yang ada di dalam rumah) pun diserahkan kepada Benni ". Bahkan Waktu itu yang bersangkutan ditanya.

"Pak silahkan keluarkan barang-barangnya, ini kan bukan milik saya, milik bapak.?," kata Rusmin menirukan Benni kepada Nopia.

Kala itu Nopia bilang, "silahkan pake, saya sudah tidak pakai barang-barang tersebut," ucap Rusmin menirukan Nopia.

"Kira-kira kalau kita beli barang seperti itu, apakah dengan itikad baik dia (Benni) membeli tanah dan bangunan menerima itu salah atau tidak.? Kemudian beberapa bulan kemudian dilaporkan. Yang salah siapa.? Kelien saya-kan itikad baik. Kok...dilaporkan polisi sampai bertahun-tahun. Yang akhirnya menuntut keadilan," tutur Rusmin kepada sejumlah wartawan.

Dalam hal ini, Rusmin menegaskan, gugatan itu, bukan dalam jabatan-nya sebagi Notaris. "Melainkan Indipidu, dia (Martina)-kan berhutang sama bank. Kemudian tidak bisa bayar dilelang, loh salahnya apa.? Kalau memang ada barang penting dan lain sebagainya dikeluarkan. Kan' ada perjanjian-nya," tegasnya.

Ketika ditanya terkait Nopia, selaku saksi dan sekaligus penjual tanah dan bangunan kepada Benni, dirinya mengaku Nopia tidak pernah datang untuk memenuhi panggilan sebagai saksi. Bahkan dirinya tidak mengetahui keberadannya sampai saat ini.

Ia menilai, klien-nya sebagi pembeli yang terakhir memiliki itikad baik, datang mempertanggung jawabkan di muka hukum. Tapi kalau diperlakukan sewenang-wenang di zolimi ya' pasti marah dan tentunya membela.

Menurutnya, apa bila memang pihak Martina merasa proses lelang itu cacat, Rusmin menyarankan untuk menggugatnya. " Gugat, dari awal gugat. Sudah lima tahun kok' diam aja, gugat dong.?' Kaya kami-kan gugat, klien kami baru bertemu sama kami 2019 akhir, dan saya bilang kalau kamu diam seperti ini bisa di perlakukan sewenang-wenang. Untuk membuktikan kamu punya itikad baik," ujarnya.

Selama ini, sepengetahuan-nya sebagai kuasa hukum dari Benni, dirinya menilai pihak Martina diam saja. 

"Selama ini mereka-kan diam saja, kita buktikan di persidangan jadikan hukum sebagai panglima jangan isu-isu," pungkas Rusmin.


Pernyataan Tim Kuasa Hukum Martina Hendiati


Martian sebagai pihak tergugat, sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Iwan Kusmawan, SH  beserta Timnya sebagai Kuasa Hukumnya.

Sebagai tim hukum, kata Iwan pihaknya berupaya memberikan klarifikasi terhadap gugatan yang dilayangkan penggugat. Disamping itu, tim-red juga menyampaikan fakta yang sebenarnya perihal objek lelang yang ada dalam akta lelang.

"Kami tim kuasa hukum Ibu Martian ingin menyampaikan beberapa hal diantaranya:

1.Bahwa terkait gugatan Penggugat, secara prinsip hanya ingin menunjukan pembenaran semata, bahwa apa yang penggugat perbuat dalam jual beli dianggap sah secara hukum jual beli, akan tetapi dalam hal penggugat menyatakan merasa di dzolimi, karena ada pengaduan pidana justru itu bagian dari mencari keadilan dari tergugat atas kepemilikan barang - barang yang tidak tertuang dalam perjanjian kredit.

2.Terkait Tergugat belum melayangkan gugatan terhadap proses lelang, karena menyadari betul bahwa pada saat terjadinya perjanjian kredit tidak menyertakan barang-barang berharga lainnya diluar tanah dan bangunan. Dengan kata lain bahwa barang barang berharga milik tergugat hilang termasuk berkas/dokumen negara yang berbentuk minuta akta dan lain-lain.

3.Tergugat menghadirkan saksi ahli Lelang dan Notaris hal itu bagian dari pembuktian yang harus tergugat buktikan didepan majelis hakim dan merupakan bagian hak tergugat.

"Untuk itu kami tim kuasa hukum ibu Martina, akan terus mendampingi kasus perdata ini secara tuntas sampai ada putusan yang mengikat," tutur Iwan Kusmawan, SH ketika dihubungi melalui WhatsApp messenger. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini