-->

Pupuk Subsudi Sulit, Petani Cianjur Menjerit

Bidik Nusantara
Sunday, 13 September 2020, 17:25 WIB Last Updated 2020-09-13T10:56:47Z

CIANJUR - Mengaku kesulitan membeli pupuk bersubsidi sejumlah Petani di Cianjur menjerit.

Seperti halnya disampaikan, Tajudin (56) dan Aisyah (55), dua warga Kecamatan Gekbrong. Ia mengakui, saat ini pupuk tersebut langka. "Pupuk subsidi tidak ada di kios-kios. Pupuk yang tersedia saat ini harganya cukup mahal. Adapun non subsidi, harganya mencapai 7.000 per kilogram," akunya, kepada bidiknusantara.com Minggu (13/09/20).

Hal tersebut juga di sampaikan Ujang salah satu petani lainnya, "Kita saat ini mengeluhkan pupuk subsidi entah kemana kang.? Tapi sebagian kecil petani yang sudah mendapatkan, dan sebagian besar belum," ujarnya.

Menurut mereka, jelas hal itu sangat memberatkan para petani penggarap. Dan, pupuk subsidi cuman 2.400 per kilogram di kios pupuk sekarang gak ada," ucap Ujang.

Sementara, hal lain dikatakan H. Apip Iskandar (50) petani lainnya warga Kelurahan Bojopngherang, Kecamatan Cianjur kota mengakui, para petani mengeluh dipersulitnya pembelian pupuk.

Karena, kata dia, harus pakai kartu petani yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, setelah dikonfirmasi katanya selain sulit kartu, itu pun pakai biaya. "Sudah memiliki kartu pertanian pun harus online buka rekening di Bank Mandiri," bilang Apip.

Sementara di Cianjur, hanya dua toko yang bisa menjual pupuk, yang biasa dibeli petani pun jenis poska, malahan tidak ada di toko. Ada permainan apa ini, lagi wabah melanda pandemi Covid-19 petani diperdaya. "Hal ini harus betul-betul, pemerintah dan wakil rakyat turun tangan," harapnya mewakili para petani di Cianjur.(Yad)

Komentar

Tampilkan

Terkini