-->

Palsukan TTD, Warga Sukaratu Cianjur Lapor Polisi

Bidik Nusantara
Saturday, 12 September 2020, 21:04 WIB Last Updated 2020-09-12T14:04:50Z

CIANJUR - Adanya dugaan pemalsuan Tanda Tangan (TTD) dalam isi surat pemberhentian Badan Pemberdayan Desa (BPD) Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur menuai polemik.

Hal tersebut dibenarkan salah satu warga Rudi Agan (40) yang juga aktivis Cianjur. Menurutnya, isi surat tersebut adalah tuntutan masyarakat, permohonan pemberhentian BPD dan seluruh perangkat desa. Bahkan, ditujukan pada Kepala Desa (Kades) dan ditembuskan pada bupati, Inspektorat Daerah (Itda), serta pada Camat Bojongpicung.

"Ada sekitar 80 persen isi surat tanda tangan warga. Ya, diduga palsu," katanya, Sabtu (12/9/2020) sore.

Ia menjelaskan, dugaan pemalsuan tanada tangan warga tersebut, dilakukan pada Jumat (11/9/2020), dilaporkan BPD dan masyarakat (pro kontra) kepada Polsek Bojongpicung. "Karena tanda tangan diduga palsu, artinya bukan masing-masing warga bersangkutan. Jadi secara hukum ini suatu pelanggaran. Sehingga, warga datang minta pengaduan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian setempat. Dan, ada beberapa oknum warga sudah terlapor," tegas Agan.

Iwa Kartiwa (42) tokoh pemuda mewakili BPD Desa Sukaratu mengatakan, isi dari surat tanda tangan warga tersebut banyak dipalsukan oleh beberapa orang (oknum) warga. Tidak hanya itu, kata Iwan, banyak pula tanda tangan warga yang asli. Namun, tanda tangan itu bukan serta merta untuk memberhentikan BPD dan perangkat desa. Melainkan bekas pernyataan dukungan pada Kepala Desa (Kades) Sukaratu terpilih, Rahmat, saat pelaksanaan Pilkades beberapa bulan lalu," katanya.

Hal itu, lanjut Iwan, diketahui setelah hasil verifikasi di lingkungan warga. Sehingga, merasa tidak pernah mendatangani dan dipalsukan tanda tangannya, pada isi surat usulan permohonan pemberhentiam tersebut.

Setiap hari berdatangan ke rumah Ketua BPD Sukaratu, untuk klarifikasi tanda tangan, sekaligus membuat surat pernyataan. Bahwa, dirinya tidak pernah menandatangani kolom yang tertera di belakang surat pengaduan dilakukan oknum warga setempat.

Setelah hasil verifikasi, jelas dan akurat. Maka, atas nama BPD dan warga merasa dipalsukan tanda tangannya, langsung mendatangi Polsek Bojongpicung. Saat itu diterima langsung Kanitreskim Polsek Bojongpicung.

"Kami berharap kepolisian secepatnya menyelesaikan permasalajan polemik ini, jangan sampai berkepanjangan dan warga sini jadi korban," tuturnya.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Bojongpicung Ipda Teten Permana membenarkan terkait hal tersebut. Barusan telah datang beberapa orang perwakilan warga Desa Sukaratu. "Tujuannya mengadukan beberapa orang oknum warga yang diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan," katanya.

Laporan sudah diterima, nanti akan dipelajari dulu, dan aspirasi disampaikan akan ditampung dulu. Hasil penelitian sementara, tanda tangannya disamakan dengan KTP, ternyata berbeda.

Maka itu, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil para saksi secara bertahap atau bergantian. "Pada intinya, laporan warga tesebut telah diterima," pungkasnya.(Yadi)
Komentar

Tampilkan

Terkini