-->

Membedah Isu Pemekaran, Apa Strategi Para Paslon Pilkada di Cianjur

Bidik Nusantara
Wednesday, 9 September 2020, 15:19 WIB Last Updated 2020-09-09T08:19:37Z

CIANJUR- Isu pemekaran hal sangat penting menarik, dielaborasi termasuk bagaimana sikap para calon pemilihan kepala daerah (Pilkada), dengan imperial masyarakat Cianjur Selatan (Cisel), lalu Utara menginginkan adanya proses pemekaran Kabupaten Cianjur.

Wakil Dekan FH dan Dosen Hukum Tata Negara Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, Dr H. Dedi Mulyadi menyampaikan, kalau melihat dari sisi apa regulasinya, Cianjur sesungguhnya bisa dimekarkan menjadi empat hingga lima kabupaten.

"Saya kira hal itu harus menjadi pemahaman bersama," katanya, dari para calon, Rabu (9/9/2020) siang.

Sehingga, masih ujar seorang pengamat politik juga dosen Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur itu, ada ide atau gagasan, termasuk strategi pemekaran ini, bisa menjadi hal penting.

Dedi memaparkan, bisa dijual kepada para pemilih nanti. Terutama pemilih di Cianjur Selatan dan Utara. Memang sekarang sedang merindukan suasana pemekaran, kaitannya dengan perkembangan daerah ini, juga harus menjadi sesuatu yang dilakukan oleh para calon.

"Terutama tujuan dari pemekaran itu adalah mencoba mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat," papar Dedi.

Masih sambunganya, agar birokrasi dan rentan koordinasinya tidak terlalu jauh. Dirinya kira, harus juga menjadi berapa titik tekan,. Bagaimana? Misalnya efektifnya pelayanan publik dilakukan di daerah.

"Kalau kita lihat, mohon maaf infrastrukturnya masih jelek. Dan, sampai sekarang masih belum beranjak seperti dulu di Kecamatan Agrabinta, dan kecamatan lainnya," beber Dedi.

Nah ini, masih kata Dedi, adalah salah satu contoh daerah-daerah yang lain, sebagai pelayanan publik kepada masyarakat, terutama yang menginginkan pemekaran. Bahwa, ada problem rentan koordinasi dan rentan birokrasi.

Menurutnya, perlu dicairkan maka gagasan dan ide apa? Pemekaran menjadi sangat penting, untuk kemudian dijadikan sesuatu isu oleh calon-calon bagaimana.

Selain itu, masih terangnya, juga bisa mengeruk apa suara di daerah-daerah yang memang menginginkan pemekaran. Pelaksanaan Pilkada 2020 saat ini, isu pemekaran sesuatu yang memang legal, dan diberikan ruang berdasarkan undang-undang (UU).

"Hal tersebut, tentu akan dijadikan sesuatu strategi. Sebagainya menjadi sangat penting untuk dielaborasi," papar seorang pengamat politik putra daerah Cianjur ini.

Sebagai penutup, Dedi menambahkan, tujuan dari pemekaran itu adalah mencoba mendekatkan pelayanan publik, kepada masyarakat. Agar birokrasi dan rentan koordinasinya tidak terlalu jauh, menjadi titik tekan. Bagaimana misalnya efektifnya pelayanan publik dilakukan di daerah Kecamatan Agrabinta, Cianjur Selatan (Cisel).

"Artinya, akan melahirkan sesuatu multiplayer effect kaitannya proses demokratisasi Cianjur. Dan, dari sisi peningkatan pelayanan terhadap masyarakat," pungkasnya.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini