-->

Diduga, Dua Petugas Puskemas Naringgul Reaktif Covid-19, Ini Penjelasan Kapus

Bidik Nusantara
Sunday, 20 September 2020, 15:09 WIB Last Updated 2020-09-20T10:48:31Z

CIANJUR- Beredar informasi dua orang petugas Puskesmas Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan (Cisel), Jawa Barat diduga reaktif terkena Covid-19.

Kepala Puskesmas (Kapus) Naringgul Dr. Yogeswara membenrkan, ada dua orang petugasnya yang diduga reaktif Covid-19, dari hasil pemeriksaan rapid test sebelumnya.

Sesuai prosedur penaganan Covid-19, masih terangnya, seperti sebelum-sebelumnya. Maka dua orang petugas medis dari Puskesmas Naringgul, kini sudah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur, untuk dilakukan isolasi dan pemerikasaan lebih lanjut.

Ia menyampaikan, adapun terkait hasilannya saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, mudah-mudahan saja hasilnya seperti yang sudah sudah-sudah negatif.

"Kami juga sudah melakukan pemeriksaan kepada semua petugas tenaga kesehatan di sini. Selain itu, melakukan presing pemeriksaan kepada pihak-pihak keluarga, yang diduga berinteraksi dengan yang bersangkutan. Mudah-mudahan saja haslinya semua keluarga negatif," harap Dr. Yogeswara kepada bidiknusantara.com. Minggu,(20/9/20).

Kepala Puskesmas (Kapus) Naringgul ini berpesan, kepada warga, adanya kejadian ini untuk tidak panik tetap waspada. Dan, selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan, yaitu selalu memakai masker apabila keluar rumah, cuci tangan pakai sabun.

"Tetap jaga jarak, dan selalu olah raga. Serta makan bergizi bervitamin, untuk menjaga stamina tubuh," ajaknya.

Terpisah, JG (45) seorang warga setempat minta identitas dirahasiahkan. Dan, dua orang petugas puskesmas tersebut, kini sudah hampir dua hari berada di luar, untuk dilakukan isolasi dan pemerikasaan lebih lanjut.

"Ya, pastinya warga merasa khawatir dengan petugas medis di puskesmas. Karena setiap harinya berinteraksi dengan pasien," aku JG (45) salah satu warga minta identitas diinisialkan kepada awak media, Minggu (20/9/2020).

Dua orang petugas puskesmas tersebut, kini sudah hampir dua hari berada di luar, untuk dilakukan isolasi dan pemerikasaan lebih lanjut.

Menurut JG, beredarnya isu ada dua orang petugas puskesmas reaktif Covid19 membuat khawatir warga. Masalahnya sebelum ada informasi ini, petugas medis tersebut pernah berinteraksi kontak dengan warga.

"Kami merasa khawatir, apalagi tetangga salah seorang petugas yang diduga reaktif Covid-19. Merasa cemas," akunya.

Masih kata JG, masalahnya belum ada penjelasan yang akurat. Jadi warga ingin mengetahui hasil yang sebenarnya, apakah positif atau negatif. "Ya, supaya tidak bikin khawatir," imbuhnya.

Padahal, kata dia, kalau terkait penaganan wabah virus Covid-19, harusnya terbuka. Jangan sampai ditutupi, supaya warga bisa lebih berhati-hati dan selalu waspada nantinya. Bila sudah jelas infonya, warga akan lebih tenang.

"Kami akan patuhi peraturan pertokol kesehatan dianjurkan, kalau begini bingung juga. Bila pihak terkait tidak menjelaskan secara detail," pungkasnya, diamini warga lainnya.(Yadi)
Komentar

Tampilkan

Terkini