-->

Alasan Hasil Rapat, Hakim PN Bogor Tak Izinkan Wartawan Lakukan Peliputan secara Video

Bidik Nusantara
Tuesday, 8 September 2020, 14:13 WIB Last Updated 2020-09-09T01:29:34Z

KOTA BOGOR - Hakim Pengadilan Negeri Kota Bogor, Ummi Kusuma Putri, SH, M.H. bersama Mathilda Christina Katarina, SH, M.H melarang Media untuk melakukan peliputan secara visual video. Dalam kasus gugatan perdata antara Benny Leimana dengan Martina Hendriati, SH. Selasa, (08/09/20).

Menurutnya hal tersebut berdasarkan hasil rapat bersama. "Lebih baik, masnya' minta izin kepada Kepala Pengadilan, karena tidak boleh mengambil video," kata Ummi.

Sebelumnya, Ummi Kusuma Putri, mengijinkan para awak media untuk sekedar mengambil gambar. Namun kata dia, bila untuk video itu harus izin ke-Humas.

Setelah para awak media menemui Humas dan medapat izin serta di perbolehkan asal fokus tidak menggangu persidangan. Namun, Ummi tetap melarang wartawan tersebut untuk melakukan peliputan srcara visual video dengan alasan yang sama. "Ini sudah keputusan rapat mas', kalau mau izin ke PN dulu dan kedepan saya minta surat resmi dari medianya" tegasnya.



Sementara itu, ketika para awak media ingin menemui Kepala PN melalui Andi salah satu Panitra PN Kota Bogor. Pihaknya belum berkenan untuk di temui." Ibu belum berkenan di temui dengan alasan masi bannyak kesibukan," jelas Nadi.

Menurut Andi, hal tersebut lebih tepatnya Humas yang menyampaikan." Ibu tadi menyampaikan ke-saya bahawasanya lebih tepatnya humas yang menyampaikan, karena ibu sendiri tidak mengetahui rapat yang mana.?," tutur Andi.

Ketika dikonfirmasi, Humas PN Kota Bogor M Solihin mengatakan, hal tersebut hanya miskomunikasi. "Mungkin ada miskomunikasi aja bang', alangkah baiknya diomongin lagi bang', mohon pengertiannya," ucap Solihin melaui WhatsApp messenger. (Gandi)
Komentar

Tampilkan

Terkini