-->

Memecahkan Persoalan, KPU Cianjur Diskusi Kampanye Pemilihan Serentak di Masa Pandemi Covid-19

Bidik Nusantara
Wednesday, 26 August 2020, 19:59 WIB Last Updated 2020-08-27T04:03:30Z

CIANJUR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menggelar diskusi publik (mempublikasikan) regulasi kampanye Pilkada 2020, bertajuk 'Kampanye Pemilihan Serentak Masa Pandemi Covid-19', jelang Pilkada 2020 nanti.

Pelaksanaan diskusi tersebut bertempat di Grand Bydiel, tepatnya Jalan Ir. H. Djuanda (Panembong Kaler), Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (26/8/2020).

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi mengatakan, tujuan diskusi ini untuk memecahkan persoalan-persoalan yang mungkin hadir pada saat masa kampanye akhir bulan September 2020. Ia menjelaskan, poin-poin yang dibahas oleh para narasumber itu terkait dengan makna kampanye. Kemudian juga metode-metode kampanye, teori-teori tentang kampanye pemilihan.


"Kemudian regulasi kampanye pada saat ini diberlakukan," katanya.

Selain itu, masih papar Hilman, kemudian kritik atas regulasi kampanye yang sudah ada, solusi yang ditawarkan oleh para narasumber terkait dengan metode kampanye, untuk Pilkada 2020 nanti di masa pandemi  Covid-19.

"Itulah tema-tema besar yang diangkat pada diskusi," jelasnya Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPUD Kabupaten Cianjur.

Terlihat, hadir sebagai peserta diantaranya, perwakilan dari pemantau pemilu dari Bawaslu Cianjur, perwakilan partai yang memiliki kursi di DPRD Cianjur, lalu juga perwakilan dari tim pasangan calon (Paslon) perseorangan.

Masih ujar Hilman, intinya membicarakan konsep kampanye maupun regulasi kampanye yang sekarang berlaku. Serta kemungkinan- kemungkinan penerapannya di lapangan.

Hilman menyambungkan, terkait dengan pelaksanaan kampanye di masa pandemi, pada prinsipnya tetap harus memperhatikan protokol kesehatan.

"Ya, termasuk dalam pelaksanaan rapat umum nanti," pungkasnya, atau rapat akbar (kampanye akbar).

Hal itu, terakhir Hilman menambahkan, tetap dibolehkan. Namun, harus memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, diantaranya harus menjaga jarak menggunakan alat pelindung diri (APD).

"Selain itu mengurangi jumlah peserta yakni 50 persen dari kapasitas tempat yang digunakan," pungkasnya.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini