-->

Melestarikan Tradisi Adat Budaya, Ini Cara Kopasgarda Mengisi Kemerdekaan RI ke 75 Tahun di Cianjur

Bidik Nusantara
Monday, 17 August 2020, 17:01 WIB Last Updated 2020-08-17T11:18:03Z

CIANJUR- Perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 75 tahun, Komando Pasukan Garuda Sunda (Kopasgarda) menggelar kegiatan mengusung tema "Penguatan Manusia Unggul (Maung)" di desa berwawasan kebangsaan garda negeri, untuk peningkatan IPM berdasarkan kearifan lokal.

Acara momen penting bersejarah tersebut, diselenggarakan di Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pukul 07.30 WIB hingga pukul 23.00 WIB, sebelumnya, upacara dilaksanakan di pusatkan di lapang SMPN 3 Warungkondang, Minggu (17/8/2020).

Namun, tetap mengikuti aturan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan mematuhi Alat Pelindung Diri (APD) lainnya.

Ketua Yayasan Majalaya Cakra Nusantara, Susane Febriyati Soeriakertalegawa mengatakan, secara garis besar tujuan kegiatan yaitu membangun kesadaran dan komitmen bersama. Pentingnya melestarikan adat, budaya, tradisi dan warisan leluhur lainnya, yang ada di desa.

"Bisa dikembangkan, dan dilestarikan di masa depan," katanya, untuk modal peningkatan IPK dan IPM berlandaskan kearipan lokal.

Lebih lanjut, Susane memaparkan, memetakan persoalan dan hambatan yang ada dan terus berkembang. Memahami kebudayaan dalam konteks pembangunan, startegi pembangunan desa budaya, transfortasi pendidikan melalui pendekatan budaya lokal, kebutuhan masyarakat adat.

"Selain itu, pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal, untuk percepatan peningkatan capaian IPM," terang Ketua Ketua Yayasan Majalaya Cakra Nusantara ini, saat sambutannya di sela acara berlangsung.

Sementara, yang tergabung dalam Kopasgarda diantaranya, Srikandi Pasundan Ngahiji, Bumi Budaya Nawacita, Yayasan Majalaya Cakra Nusantara, Majelis adat Sumedanglarang, Majelis adat Gagang Cikundul, Yayasan Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Aspirasi Sosial (LEPAS), dan LBH Sumedanglarang.

Masih menurut Susane, selaku pendiri Kopasgarda, memberikan pengetahuan umum tentang radikalisme dan ekstremisme serta upaya-upaya bisa dilakukan untuk mencegah berkembangnya paham-paham radikalisme di lingkungan masyarakat.

"Memberikan pengetahuan juga, tentang kalangan bias dikatagorikan sebagai radikalis. Tanpa kita terjebak dalam generalisasi," pungkasnya.

Sementara, hal lain Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemantau Penerapan Otonomi Daerah, Eko Sulistianto menyampaikan, barangkali kalau dirinya tangkap di sini adalah tujuan utamanya untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah. Khususnya mengenai tingkat budaya, seni budaya dan budaya pada bangsa ini kan? ada di desa ini yang saat ini mungkin ada sedikit terkontaminasi, saat ini sudah terkikis. Makanya harus dilakukan suatu upaya pencegahan terorisme melalui kontra radikalisasi, paham-paham radikalisme lainnya.

"Saya kira ini hal baik terobosan baru, upaya membuat menjadi budaya luhur bangsa kita ini. Nah, sehingga dasar dari pada sebuah kota negara itu adalah akar budaya," bebernya, ini begitu hebat melakukan tindakan yang merupakan suatu tindakan nyata.

Terpisah, seorang inisiator Kopasgarda, Dr Jackson menyampaikan, intinya mengisi kemerdekaan Indonesia yang ke 75 sudah tentu mengimplementasikan apa yang telah menjadi pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) tahun 1945. 

"Berkaitan dengan hal itu maka, sebuah dedikasi setelah dicetuskan untuk kelurahan/desa. Karena, negeri menjadi ibu desa panutan, atau menjadi patron, sumber penggerak motivator, inspirasi bagi desa-desa sekelilingnya. Dan, itu diutamakan khususnya bagi wilayah Sunda.

"Nah, lebih tepatnya di Cianjur. Salah satunya di Desa Sukamulya, Kecamatan Warungkondang. Diharapkan, tentu dan penting daripada semua elemen masyarakat, bisa dapat membangun nusantara maju," tutur salah satu inisiator Kopasgarda ini.

Ia menyambungkan, dengan berbasiskan paham kearifan lokal, menjaga alam sebagaimana mestinya, mengelolanya dan membuat itu menjadi sebuah industri bagi percepatan perekonomian masyarakat di setiap desa, di masa (pasca) pandemi Covid-19 saat ini.

Kelanjutannya Kopasgarda, ujar Jakson, akan bersinergis dengan pemerintah, bersama-sama juga dengan seluruh lapisan masyarakat, di bawah tata aturan daripada Kepala Desa (Kades) setempat, yang disinkronkan dengan semua programnya.

"Paling tidak bahasanya kepastian, turut membantu membangun mempercepat meningkatkan, mendorong yang memperlengkapi semua kebutuhan masyarakat dalam segi industri usaha mikro kecil menengah," jelasnya.

Sebagai penutup, Jakson menambahkan, Kopasgarda adalah suatu perhimpunan di dalamnya ada sekitar tujuh lembaga, orang-orang terbaik (pilihan) bisa melengkapi satu sama lain, untuk mencapai tujuan bersama.

"Kopasgarda baru berdiri pada tahun ini," pungkasnya.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini