-->

KH Ahmad Sriyono Berpesan Maknai Arti Qurban Dalam Kehidupan se-Hari-hari

Bidik Nusantara
Tuesday, 4 August 2020, 13:48 WIB Last Updated 2020-08-04T06:49:06Z

JAKARTA - Ditengah pandemi Covid-19 yang masih berkepanjangan mendera negeri ini, sujud syukur dan rasa saling berbagi kian nyata terlihat. Seperti hal-nya di laksanakan di Mushola Al Mukhlisin, Kp. Pedurenan RT 12/06, Rawa Terate P.Gadung. Minggu, (02/08).

Menyambut datangnya Hari Raya Iedul Adha 1441 Hijriyah. Jamaah MT Darussalam pimpinan KH Ahmad Sriyono melakukan acara pemotongan hewan qurban. Majelis Taqlim yang berlokasi di Jl. Radjiman WD Kp Rawa Terate, Kec.Cakung Jakarta Timur ini memotong 1 (satu) ekor sapi jenis sapi Bali yang merupakan sumbangan dari Laksma TNI Dr Suradi AS, S.Sos, ST, MM dan keluarga.

Dihadapan Jamaah dan media, KH Ahmad Sriyono mengatakan bahwa Iedul Adha dan hewan qurban adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Karena disaat perayaan ini umat muslim hakikat-nya mengorbankan apa yang disayangi-nya sebagai simbol ketakwaan dan kecintaannya kepada Allah SWT.

"Karena sebagaimana ujian Allah SWT kepada Nabi Ibrahim, hikmah dari segala peristiwa qurban tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah," paparnya dihadapan para jamaah.

Lebih lanjut KH Ahmad yang juag merupakan salah seorang penasehat dari Forum Pers Independet Indonesia (FPII) Wilayah Jawa Barat menjelaskan, secara lahiriah setiap yang berkorban dengan menyembelih hewan qurban dan membagikannya kepada sesama, sejatinya bersangkutan telah berqurban kepada Allah SWT dengan berani mengorbankan sesuatu yang dimilikinya untuk meraih sesuatu yang lebih utama, yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbuat kebajikan yang luhur kepada sesama," ucapnya.

Melalui momen Iedul Adha ini, KH Ahmad Sriyono berpesan kepada seluruh jamaah agar dapat memaknai arti qurban dalam kehidupan sehari-harinya, untuk terus selalu berbuat kebaikan dalam menjalani kehidupan dengan menyembelih sifat-sifat hewani yang ada dalam diri, seperti sifat tidak taat aturan, merasa paling benar dan hebat, rakus, tamak dan serakah serta lain sebagainya.

Usai dilakukan pemotongan hewan qurban, panitia acara membagikan 152 kantong yang berukuran 1 kg, langsung kepada seluruh jamaah dan warga di sekitar Rawa Terate, Pulo Gadung.
Komentar

Tampilkan

Terkini