-->

Kantor PDI-P Cianjur Diteror

Bidik Nusantara
Friday, 7 August 2020, 20:59 WIB Last Updated 2020-08-07T14:54:07Z

CIANJUR- Kantor DCP PDI Perjuangan (DPI-P) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diteror pelemparan 'Bom Molotov', oleh orang tak dikenal, sekitar pukul 02.04 WIB, di Jalan Kh Abdullah Bin Nuh, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Jumat (7/8/2020) malam.

Panauan di lokasi. Setelah ada laporan, hingga saat ini, kantor DPC PDI-P Cianjur, dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polres Cianjur, yang mengirimkan Tim Penjinak Bom Gegana, untuk menyelidiki penyebab ledakan.

Ketua DPC PDI-P Kabupaten Cianjur, Susilawati membenarkan, sebelumnya peristiwa pelemparan bom molotov di kantor ada saksi mata salah satu staf umum, Didin Saripudin. 

"Malam itu sedang jaga bersama dua temannya, Erlan (staf kesekretariatan)," katanya, didampingi Sekretaris DPC PDI-P Kabupaten Cianjur, Dadang Sutarmo.

Menurut Susi, awalnya mendengar bunyi ledakan. Informasinya, kemudian berlari ke luar ruangan, menuju ke area bawah. Lalu, membangunkan rekannya saat itu sedang jaga malam di kantor.

"Ternyata betul, ada sumber bunyi ledakan saat melihat cek ke depan. Hingga dinding bata gosong (hitam), dan ada bekas botol pecah berserakan," aku Ketua PDI-P Cianjur, kepada wartawan.

Selain itu, lajutnya, terdapat satu kursi merk Chitos yang hangus terbakar. Bahkan, saat ini pihak kepolisian telah melakukan pengecekan bersama ke lokasi, melihat CCTV dimiliki kantor DPC PDI-P Cianjur.

"Terlihat dalam CCTV seseorang pelaku melemparkan bom molotov melalui samping kanan jalan kantor," jelas Susi.
Ia mengatakan, peristiwa pelemparan bom molotov tersebut. Kini sudah diserahkan ke pihak kepolisian Polres Cianjur, dan sudah membuat laporan resmi secara tertulis.

Susi menegaskan bahwa, dirinya mengutuk keras perbuatan tersebut. "Karena, selain tindakan kriminal, juga tidak beradab dan demokratis. Anti kemanusiaan dan tidak sesuai dengan budaya Cianjur ramah, sopan dan berakhlakul karimah. Saat ini intinya kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian, untuk melakukan penyelidikan secara profesional," ujarnya

Sementara, Didin Saripudin membenarkan kejadian tersebut. "Malam itu saya terkejut. Ada apa terdengar bunyi ledakan, waktu dicek bersama rekan ternyata benar adanya. Kekerasan apapun bentuknya, adalah titik rendah dalam keadaban politik. Kami saat itu juga langsung melaporkan dan menghubungi pihak kepolisian kang," akunya, diamini, Erlan, yang masih rekannya staf satu kantor. (Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini