-->

Imbas Pandemi, Lima Pemuda Membuka Kedai

Bidik Nusantara
Thursday, 6 August 2020, 09:19 WIB Last Updated 2020-08-06T02:28:15Z

BOGOR - Berawal karena imbas pandemi Covid-19, Muhamad Nur (22) dan Hilman Maulana (23) memutuskan berusaha membuka kedai di Jalan Raya Sukaraja, Kampung Cibanon, Kecamatan Sukaraja. Bersama 3 rekan lainnya, Ahmad Asep (24), Febriansyah (24) dan Sandi Mulyana (23), mereka memberanikan diri berbisnis di bidang kuliner dengan nama Kedai Yummy Kami.

Saat Ramadan lalu dan dimasa pandemi hingga penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) hampir semua dari mereka dirumahkan dan diliburkan dari pekerjaan. Berawal dari itu, mereka mencoba memanfaat momentum puasa juga masa pandemi ini dengan membuka peruntungan berjualan hidangan penutup (dessert) berupa salad buah dan es pisang ijo secara online.

Hilman, salah satu owner menuturkan, awal terjun usaha sedari SMP mereka berlima memang bersahabat dan sama-sama bercita-cita ingin memiliki usaha.
"Dari awal kita sekolah SMP memang pengen punya usaha. Waktu bulan puasa, ketika pandemi dan PSBB hampir semua dari kita diliburkan dari pekerjaan. Kita berlima memang sering kumpul bareng, suatu ketika terpikirlah buat coba usaha. Kita coba jual salad buah, es pisang ijo dan itu semua online dan hasilnya pun alhamdulillah."ungkapnya kepada wartawan saat di temui, Rabu (05/07/20).
Masih ungkap Hilman, ketika usaha dessert mereka berjalan kemudian ada sebuah peluang untuk membuka kedai. Salah satu temannya yang juga owner, Asep, menawarkan dan memberi saran untuk menyewa ruko milik saudaranya agar dijadikan tempat untuk usaha mereka. Dengan bermodalkan Rp.5 Juta dari hasil patungan, mereka nekat membuka kedai dengan nama Kedai Yummy Kami. Namun omset yang bisa diraih pun terbilang cukup menjanjikan. Tercatat dalam satu bulan mereka mampu meraup keuntungan hingga mencapai Rp. 6 juta.

Muhamad Nur, yang juga owner Kedai Yummy Kami mengungkapkan, alasan mereka menekuni bisnis bidang kuliner karena hampir semuanya memiliki basic dalam bidang kuliner. Menurutnya, bisnis kuliner itu bisnis yang tak pernah mati karena ini jenis kebutuhan manusia yang mana setiap harinya manusia butuh makan dan minum.
"Makan minum itu kan kebutuhan sehari-hari manusia, berbeda dengan usaha lain. Kita ingin usaha yang ada income tiap harinya dan hampir semuanya sebelumnya pernah bekerja di resto. Karena basic sudah ada maka dari itu kita pilih usahanya di bidang kuliner."ungkapnya.
Meskipun nuansa dan menu sangat menentukan dalam mendatangkan traffic pengunjung, strategi promosi pun tak kalah penting dalam dunia bisnis kuliner. Untuk itu diawal mereka melakukan promosi dengan mengenalkan Kedai Yummy Kami kepada relasi teman maupun keluarga dan meminta mereka supaya mau mempromosikan di media sosial.

Dengan target market menengah kebawah, mereka menawarkan varian makanan dan minuman dengan harga yang sangat friendly.
"Sebagai pengusaha kita harus bisa membaca keadaan dan kebutuhan market. Target kita itu kalangan menengah kebawah terutama muda mudi yang sering nongkrong dengan low budget. Untuk makanan dan minuman di sini rating harga dari Rp.5.000 sampai Rp.20.000."tambahnya.

Fasilitas yang tersedia pun terbilang cukup proporsional. Dengan kedai berkapasitas 40 orang lebih, karoke dan gitar akustik, live music, WC/toilet, musholla, area parkir ditambah dengan harga menu yang sangat bersahabat, Kedai Yummy Kami sangat cocok bagi muda mudi yang ingin kongkow-kongkow bareng atau sekedar menikmati secangkir kopi.

Untuk informasi, jika anda berada dari arah Bogor menuju Puncak, Anda bisa mengunjungi Kedai Yummy Kami dengan melewati jalur alternatif ke Jalan Katulampa - Cibanon ataupun bisa dilacak dengan menggunakan aplikasi Google Maps. Anda pun bisa melihat varian menu yang ada dengan mengunjungi Instagramnya di @yummi.kami.

Dengan di bantu 2 orang karyawannya, Alfi (25) di posisi kitchen dan Melani (20) sebagai kasir, Kedai Yummy Kami buka dari jam 10:00 pagi sampai 09:00 WIB malam untuk Weekday dan buka pada jam 10:00 pagi hingga 24:00 WIB malam di Weekend.

"Target kedepannya kita akan coba inovasi menu-menu baru dan penambahan meja sama kursi. Jadi kalo customer datang banyak kita bisa tampung semua."harapnya.(Rif/Mul)
Komentar

Tampilkan

Terkini