-->

Dinsos dan Muspika Usulkan Rutilahu Nenek Aab Pemulung Padi di Cianjur

Bidik Nusantara
Thursday, 27 August 2020, 14:15 WIB Last Updated 2020-08-27T07:25:07Z

CIANJUR - Pihak Kecamatan Gekbrong (Muspika) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, angkat bicara, mengenai kondisi ema Aab (72) seorang nenek pemulung padi yang rumahnya nyaris ambruk.

Diketahui, melihat kondisi bangunan rumah nenek seorang pemulung, diselimuti kayu dan bilik, yang sudah pada rapuh, asal warga Kampung Peteuycondong RT 01/09, Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, dambakan bantuan pembangunan rumah.

"Kami sudah diusulkan ke Disperkimtan Cianjur, dan telah berkoordinasi," kata Camat Gekbrong, Pujo Nugroho, saat dihubungi langsung melalui via WhatsApp (WA), Kamis (27/8/2020) siang.

Menurut Pujo, semua rutilahu udah diusulkan ke dinas terkait. Dan, yang bersangkutan (ema Aab) juga sudah mendapat program antuan langsung tunai (BLT) dari dana desa (DD).

"Bahkan, itu sebelumnya juga minta bantuan ke salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur," ujarnya.

Sekertariat Dinas (Sekdis) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Didin mengatakan, mengenai kodisi nenek seorang pemulung padi tersebut sudah berkoordinasi dan akan ditindaklanjuti pada intinya.

Pastinya, kata dia, akan membantu sesuai kemampuan dan telah koordinasikan dengan pihak kecamatan juga. Bagaimana caranya supaya bisa dibantu, serta diprioritaskan terlebih dahulu.

"Nah, pihak kecamatan telah mengusulkan rutilahu ke Disperkimtan Cianjur, mudah-mudahan bisa secepat dibantu dan rumahnya cepat dibangun," harapnya.

Kondisi rumah nenek, sudah terlihat miring, dan nyaris ambruk. Kini, mulai menemukan titik terang, pemerintah melalui dinas terkait dan kecamatan bergerak. Karena, melihat kehidupan sehari-hari hanya mengandalkan hidup jadi pemulung padi, di sawah orang lain (ngeprik urut ngagebuk pare di sawah batur).(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini