-->

Daerah Terluar Yang Luput Dari Perhatian Pemerintah

Bidik Nusantara
Wednesday, 19 August 2020, 00:32 WIB Last Updated 2020-08-20T08:28:25Z
SULAWESI - Bidiknusantara - Pulau -Pulau Kecil Terluar yang berada didaerah perbatasan Negara yang disingkat PPKT sebagaimana Kepres no. 6 tahun 2017 menetapkan 111 PPKT yang terbagi 46 PPKT berpenduduk dan 69 PPKT tidak berpenduduk. 

Dimana Provinsi Sulawesi Utara memiliki 12 PPKT yang tersebar di 5 daerah, diantaranya Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Minahasa Utara. PPKT Pulau Mantehage yang terletak di ujung Pulau Sulawesi dan termasuk gugusan Kepulauan Taman Laut Bunaken yang terkenal bagi wisatawan asing, khususnya wisatawan dari Negeri tirai bambu meliputi Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Naim dan Pulau Silando.

Pulau Mantehage atau dikenal dengan nama lain Pulau Manterawu ini, sebagai pulau terluar yang terletak di laut Sulawesi  berbatasan dengan Negara negata Filipana luput dari perhatian pemerintah, baik pusat,  provinsi Sulut dan kabupaten Minahasa utara.

Di Pulau ini terdapat 91 specis ikan diantara ikan duyung dan ikan hias jenis kakatua, sedangkan waktu tempuh Pulau Mantehage dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa utara dapat ditempuh melalui  jalur laut dengan menggunakan kapal motor selama 2 jam perjalanan dari kota Pemerintahan Sulut. Semua pelayanan di fokuskan di Kecamatan Wori sebagai wilayah administrasi Pulau Mamtehage, baik pelayanan dasar maupun  pelayanan sosial lainnya, yang berada di daratan Pulau Sulawesi. 

Rusly Badru, S.H. M.Si saat  berkunjung ke pulau tersebut sebagai Tenaga Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) memaparkan.

 "Kondisi infrastruktur, pemerintahan, sosial dasar serta pelayanan dasar bagi penduduk yang berada di 4 desa yang terisolasi sangat terbelakang, sementara Pulau  yang subur dan terkenal dengan tanaman mangrove. Sebagai tempat pengembangbiakan berbagai jenis ekosistem  laut, dikelilingi oleh  terumbu karang yang  disekeliling pulau seluas 18.560 KM2 lebih ". Terangnya kepada media ini, melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/8/2020).

Pulau yang dihuni 2.106 jiwa tersebut, selain subur juga kaya akan  flora dan fauna, diantara terdapat  Rusa, Topografi Pulau Mantehage merupakan dataran rendah, dengan kondisi existing, dimana masyarakat Pulau tersebut sangat membutuhkan transportasi laut, telekomunilasi, Air Bersih maupun sarana dan prasarana  pendidikan bagi sekolah lanjutan (SLTA/SMA/SMK/dan sederajatnya).  Dimana, lanjutnya, " rata-rata anak-anak pulau hanya menempuh pendidikan  sampai jenjang SLTP, begitu juga sarana dan prasarana Kesehatan khususnya tenaga medis dan dokter tidak berada di pulau terluar " pungkasnya.

Saat ini jalan lingkar menjadi satu satunya  akses pulau yang dapat  menghubungakan antara desa kondisi rusak, dermaga sandar kapal, termasuk sarana dan prasarana tranportasi laut, Listrik, dengan jam operasional yang  terbatas, mulai dari pukul  18.00  -  13.00 WIT, saat diatas jam tersebut hanya mendapatkan cahaya penerang dari Tiang Listrik bertenaga surya atau solar cell yang sangat terbatas.

Pulau Mantehage sebagai PPKT dengan kondisi tersebut diatas tentunya sangat dikawatirkan rawan akan kriminalitas,  yang memanfaatkan pulau tidak terjaga oleh penduduk maupun  petugas pertahanan dan keamana yang kondisi  sarana dan prasarananya  sangat minim.

Oleh karena itu Pemerintah Pusat maupu Daerah harus lebih ektra untuk memperhatikan wilayah terluar, demi terciptanya kenyamanan masyarakat daerah terluar, pemerataan pembangunan disegala sektor harus menjadi sekala prioritas. 

Minimnya personil keamanan perbatasan membuat Ketidak berdayaan masyarakat akan ganguan pertahanan dan keamanan, ini disebabkan karena minimnya sarana dan prasarana  serta  personil pertahanan dan keamanan di pulau tersebut,  jangan sampai pulau dapat di manfaatkan sebagai lokasi rawan akan  iligal fishing, maning dan penyeludupan manusia dan senjata dari Negara Tetangga.(***/Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini