-->

Aktivis 98 Kecam Pelemparan Bom Molotov di Kantor PDI-P Cianjur

Bidik Nusantara
Friday, 7 August 2020, 21:52 WIB Last Updated 2020-08-07T14:53:44Z

CIANJUR- Peristiwa pelemparan ledakan bom molotov, di kantor DPC PDI-P Kabupaten Cianjur, menuai reaksi Aktivis 98 Kordinator Cianjur.

Penasehat Hukum Aktivis 98 Kordinator Cianjur, Odden Muharram Junaedi mengatakan, dirinya mengecam keras tindakan barbar atau tidak beradab (kasar dan kejam), dilakukan oknum pelempar Bom Molotov tersebut.

Kejadian tersebut, kata dia, merupakan presidence buruk, dalam membangun proses demokrasi. Dan, untuk kemajuan masyarakat Cianjur. 

"Demokrasi harus menjauhkan kejahatan prilaku inteloreansi, kemanusian dan taat terhadap supremasi hukum," kata seorang mantan Aktivis 98 Cianjur ini, kepada wartawan.

Kegiatan intimidasi, lanjut salah satu pengacara (advokat) terkenal di Cianjur ini, dengan bentuk tindakan intimidasi. Menurut dia, kekerasan dan ujaran kebencian merupakan tindakan perbuatan melawan hukum.

"Nah, hal itu tidak bisa ditolerir, dan harus diusut secara profesional siapa pelakunya itu," ujar Odden, Jumat (7/8/20).

Menurutnya, demokrasi mengajarkan, apabila ada perbedaan pendapat, dan perbedaan politik merupakan hal yang biasa  atau wajar.

"Ya, dalam iklim berdemokrasi konstitusional kita menghalalkan segala bentuk perbedaan," tutur Odden.

Ia menegaskan, tindakan adanya penyerangan bom molotov, yang ditujukan kepada salah satu kantor partai politik (Parpol) merupakan tindakan pidana yang harus diusut tuntas. 

"Atas adanya tindakan tersebut, Aktivis 98 Kordinator Cianjur mengutuk keras, dan segara minta kepada kepolisian Cianjur, untuk menangkap pelaku tindakan krinminal. Aksi tindakan tersebut, itu merupakan anti toleran, dan anti kemanusian yang tidak beradab," pungkasnya.(Yad)
Komentar

Tampilkan

Terkini