-->

Warga RW 07 Desa Nagrak Lakukan Musyawarah dan Pertanyakan Kompensasi

Bidik Nusantara
Saturday, 11 July 2020, 13:41 WIB Last Updated 2020-07-11T11:26:47Z
Foto: Kades Nagrak, H. Eman Sulaeman

KAB.BOGOR - Sejumlah perwakilan warga Kp. Pasirbagade RW 07, Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor melakukan musyawarah dengan Kepala Desa Nagrak H. Eman Sulaeman sekaligus mepertanyakan kompensasi warga dampak dari peroyek pembangunan diwailayah desa tersebut.

Kepala Desa Nagrak H. Eman Sulaeman mengaku bahwa belum ada kompensasi secara menyelulur. "Untuk kompensasi secara menyeluruh memang belum, termasuk pasos dan pasum kami baru menerima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor itu 1000. M untuk lahan pemakaman," kata H. Eman kepada sejuamlah wartawan usai melakuan musyawarah bersama perwakilan warga RW 07 di Kantor Desa Nagrak. Jum'at (10/7/20).

Untuk saat ini, kata H. Eaman, pihaknya baru menerima kompensasi Jalan. Itupun kata dia, masyarakat sudah ada transparansi. "Kami sudah ada disetiap wilayah, ada titik-titiknya, ada kepanitiaan-nya dan kami terbuka serta bentuk kepanitian. Termasuk saya juga mengetahui, baik itu angkanya berapa.? peruntukannya kemana, tahu semuanya. Dan mereka dibuka sebelum kami bagikan juga di tandatangan bersama," teragnya.

H. Eaman menjelaskan, perusahaan tersebut baru melakukan Cut and Fill (Katenfill) kewilayahnya hampir satu bulan ini. Dan kata dia, itu tadi katanya ada dua rumah yang terkena dampak dari (Katenfill-red) tersebut.

"Ada dua rumah yang kena air dari dampak Katenfill tapi tidak kebanjiran parah, hanya terasnya kena air. Utuk solusinya kami tanggung jawab, jangan samapi perusahaan tersebut adanya di desa kami tapi merugikan masyarakat kami, terutama terhadap lingkungan," jelas H. Eman yang mengaku baru mendapatkan informasi terkait hal tersebut.

Itupun, lanjut dia, baru dua ruamah, tidak terdampak luas dan rusak parah. Artinya, mungkin, tadinya tidak ada air sekarang ada air masuk ke-terasnya. Tapi pada saat itu juga mereka dari perusahan langsung sigap katanya," imbuh H. Eman.
Foto: Perwakilan Warga RW 07

Sebelumnya, masih kata H. Eman, pihaknya belum medapat informasi gejolak di masyarakat. "Sebenarnya dari kemarin yang dua rumah itu, gejolak masyarakat itu menuntut anggaplah ganti rugi dari dua ruamah itu. Tapi, saran dari pemerintah, terutama saya sendiri dari pada kita gontok-gotokan demo dengan adanya tuntutan seperti itu, 'Ayo' kita musyawah. Biar saya yang menghadap ke-Perusahaan," tegas H. Eman.

Sementara itu, terkait kompensasi warga yang di terima Kepala Dusun (Kadus) dan RT/RW, H. Eman mengatakan, hal tersebut sudah terbuka dengan jelas. "Nah itu barusan kita bahas dan kita buka, akhirnya semua terbuka dengan jelas. Bukan oleh RT/RW, melainkan wilayah tersebut menerima diwakili RTdan RW serta Kadus. Mereka tidak menyampaikan yang di terima pemerintah desa kepada masyarakat itu sendiri, setelah di jelaskan barusan seperti itu mereka (warga) mengerti. Dan, akhirnya kesalah pahaman itu selesai hari ini," ujar H. Eman.

Perwakila warga yang juga selaku juru bicara RW 07, Ustadz Dado mengatakan, dalam musyawarah bersama Kepala Desa Nagrak, pihaknya menanyakan terkait peruntukan Jalan diwilayah RW 07. "Pernyataan dari Kepala Desa Nagrak bawah jalan tersebut di kerjasamakan, dan akan turun Mou atau perjanjian setelah jalan tersebut selesai dibangun dan turun lah Mou baru bisa dipergunakan kembali oleh warga desa nagrak," kata Ustadz Dado di dampingi sejumlah warga RW 07. Jum'at, (10/7/20).

Tokoh masyarakat dan sekaligus tokoh agama itu menegaskan, masyarakat meminta kepastian dan penjelasan aset jalan desa yang masuk ke RW 07. "Dalam hal ini masyarakat menutut haknya terkait jalan desa yang masuk RW 07 dan kontribusi dari perusahaan senilai Rp. 900 JT, yang terealisai lewat pernyataan-pernyataan. Cuma kami belum sepakat dan belum merasa puas dengan pernyatan-pernyatan para pengurus- pengurus kita," tegas Dado.

Sementara itu, lajut Dado, menurut pengakuan dari Kadus uang tersebut telah direalisasikan. "Ada pernyataan dari Kadus uang tersebut di realisasikan untuk Mobil AVIVI satu, harganya Rp. 80 JT, ada saldo Rp. 12 JT yaitu di ketua BPD bapak H. Musin dan Rp.8 JT di bagikan kepada 4 RT satu RT-nya Rp 2 JT, dan untuk yang Rp. 800 JT di peruntukan untuk pemakaman umum di dua RT dengan jumlahnya 1550. Meter, di karenakan bapak ketua BPD sedang sakit dan sekarang belum normal, maka tadi tidak hadir, Insya Allah kalau besok beliau sembuh hari itu juga baik itu surat dan kuitansi akan di berikan kepada masyarakat RW 07," jelasnya.

Dalam hal ini, sambungnya, warga hanya menutut ketidak transparanan antara pengurus dan kepala desa nagrak kepada warga RW 07 terkait jalan di peruntukan untuk apa.?, dan kompensasi ini untuk apa.? Sisanya berapa.? serta mana surat-suratnya," pungkas Dado.(GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini