-->

Tata Cara Berqurban Menurut Sunnah

Bidik Nusantara
Sunday, 26 July 2020, 15:16 WIB Last Updated 2020-07-26T17:08:11Z
Oleh : Ustadz Dado


اَلسَّلَامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

بسم اللّه الرحمن الرحيم. الحمد للّه رب العالمين، والصلاة والسلام على اشرف الانبياء والمرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين. اما بعد

Ma'asyirol muslimin rohimakumullah !!!

Waktu demi waktu tak terasa kita sudah berada di awal bulan dzulhijjah. Bahwasan nya di bulan ini banyak amaliyyah yang di perintahkan oleh Allah Saw.

Sebagai mana Allah Swt berfirman dalam Al-Qur'an QS. Al-Kautsar ayat 2 :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya : Maka dirikanlah shalat (idul adha) karena tuhan mu (Allah) dan berkurban lah.

Dalam kesempatan ini, mari kita sama - sama membahas tentang Qurban.

Dalam Fiqh Syafi'i istilah Qurban menggunakan Adhoohi / jama' dari Dhohiyyah,

كِتَابُ الْأُضْحِيَّةِ

Kitab menerangkan Udhiyyah

وَهِيَ مَا يُذْبَحُ مِنْ النَّعَمِ تَقَرُّبًا إلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ يَوْمِ عِيدِ النَّحْرِ إلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ كَمَا سَيَأْتِي وَهِيَ مَأْخُوذَةٌ مِنْ الضَّحْوَةِ سُمِّيَتْ بِأَوَّلِ زَمَانِ فِعْلِهَا وَهُوَ الضُّحَى

Udhiyyah yaitu hewan yang disembelih dari binatang ternak yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah mulai dari hari 'iidin nahri (hari raya nahr/ idul adha) sampai akhir hari tasyriq. Udhiyyah diambil dari kata Dhahwah. Udhiyyah dinamakan dengan awal waktu pelaksanaannya, yaitu waktu Dhuha.
Foto: istimewa

Adapun hukum Qurban itu sendiri yaitu Sunnah Mu'akad sebagi mana yang di terangkan dalam kitab Fathul Mu'in / I'anatuththalibin juz : 2 hal : 330-334
Tentang TADHHIYAH / BERQURBAN

يُسَنُّ مُتَأَكِّدًا لِحُرٍّ قَادِرٍ تَضْحِيَةٌ بِذَبْحِ جَذَعِ ضَأْنٍ لَهُ سَنَةٌ أَوْ سَقَطَ سِنُّهُ وَلَوْ قَبْلَ تَمَامِهَا أَوْ ثَنِيِّ مَعْزٍ أَوْ بَقَرٍ لَهُمَا سَنَتَانِ أَوْ إِبِلٍ لَهُ خَمْسُ سِنِيْنَ بِنِيَّةِ أُضْحِيَةٍ عِنْدَ ذَبْحٍ أَوْ تَعْيِيْنٍ

Qurban disunnahkan dengan muakkad bagi orang yang merdeka (bukan budak) dan mampu, dengan menyembelih kambing domba berumur satu tahun, atau yang sudah tanggal giginya (ompong) meskipun belum sempurna umur satu tahun, atau kambing kacang umur dua tahun, atau sapi umur dua tahun, atau onta umur lima tahun, dengan niat berqurban yang dilakukan ketika penyembelihan atau ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban.

قَوْلُهُ بِنِيَّةِ أُضْحِيَّةٍ إِلَخْ ) مُتَعَلِّقٌ بِتَضْحِيَةٌ

Ucapan Mushonnif:
BINIYYATI UDH-HIYYATIN
Terkait dengan TADH-HIYATUN
Maksudnya:

يُشْتَرَطُ فِيْهَا اَلنِّيَّةُ عِنْدَ الذَّبْحِ أَوْ قَبْلَهُ عِنْدَ التَّعْيِيْنِ لِمَا يُضَحِّيْ بِهِ وَمَعْلُوْمٌ أَنَّهَا بِالْقَلْبِ وَتُسَنُّ بِاللِّسَانِ فَيَقُوْلُ نَوَيْتُ الْأُضْحِيَّةَ الْمَسْنُوْنَةَ أَوْ أَدَاءَ سُنَّةِ التَّضْحِيَةِ فَإِنِ اقْتَصَرَ عَلَى نَحْوِ الْأُضْحِيَّةِ صَارَتْ وَاجِبَةً يَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْهَا

Qurban di syaratkan niat yang dilakukan ketika menyembelih hewan qurban, atau sebelum penyembelihan yaitu ketika menentukan hewan yang akan dijadikan qurban.

"Sebagaimana diketahui bahwa niat adalah didalam hati, dan disunnahkan diucapkan dengan lisan, yaitu dengan mengucapkan: NAWAITUL UDH-HIYYATAL MASNUUNATA (saya niat qurban sunnah)

Jika hanya mengucapkan UDH-HIYYAH saja, misalnya: NAWAITUL UDH-HIYYATA (niat saya qurban)
maka qurban tersebut menjadi qurban wajib, hukumnya tidak boleh (haram) ikut memakan hewan qurban tersebut

وَهِيَ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ

Qurban lebih utama dari shadaqah

وَوَقْتُهَا مِنْ اِرْتِفَاعِ شَمْسِ نَحْرٍ إِلَى آخِرِ أَيَّامِ التَّشْرِيْقِ

Waktu qurban mulai meninggi-nya matahari pada hari Nahri (hari raya Idul Adha) tgl 10 dzulhijjah, sampai dengan akhir hari tasyriq (tgl 13 dzulhijjah)

وَيُجْزِىءُ سُبُعُ بَقَرٍ أَوْ إِبِلٍ عَنْ وَاحِدٍ

Sepertujuh sapi atau onta cukup untuk satu orang

وَلَا يُجْزِىءُ عَجْفَاءُ وَمَقْطُوْعَةُ بَعْضِ ذَنَبٍ أَوْ أُذُنٍ أُبِيْنَ وَإِنْ قَلَّ وَذَاتُ عَرَجٍ وَعَوَرٍ وَمَرَضٍ بَيِّنٍ وَلَا يَضُرُّ شَقُّ أُذُنٍ أَوْ خَرْقُهَا


Berqurban tidak cukup dengan Hewan yang kurus sekali, Hewan yang terpotong sebagian ekornya, Hewan yang telinganya dihilangkan, Hewan yang pincang, Hewan yang picak matanya, Hewan yang sakit sekali dan tidak apa-apa hewan yang telinganya terbelah atau robek

وَالْمُعْتَمَدُ عَدَمُ إِجْزَاءِ التَّضْحِيَةِ بِالْحَامِلِ خِلَافًا لِمَا صَحَّحَهُ ابْنُ الرِّفْعَةِ

Menurut pendapat yang mu'tamad, qurban tidak cukup dengan hewan yang hamil (bunting), berbeda dengan pendapat yang dishohihkan oleh Ibnu rif'ah.

وَلَوْ نَذَرَ التَّضْحِيَةَ بِمُعِيْبَةٍ أَوْ صَغِيْرَةٍ أَوْ قَالَ جَعَلْتُهَا أُضْحِيَةً فَإِنَّهُ يَلْزَمُ ذَبْحُهَا وَلَا يُجْزِىءُ أُضْحِيَةً وَإنْ اُخْتُصَّ ذَبْحُهَا بِوَقْتِ الْأُضْحِيَةِ وَجَرَتْ مَجْرَاهَا فِي الصَّرْفِ


Jika seseorang nadzar berqurban dengan hewan yang cacat, atau hewan yang kecil, atau dia berucap:
"Aku jadikan hewan tersebut untuk berqurban"
maka hukumnya wajib menyembelih hewan tersebut, akan tetapi penyembelihan tersebut tidak mencukupi sebagai qurban meskipun dilakukan pada waktu qurban, dan hewan tersebut diperlakukan sebagaimana qurban dalam pentasarufannya.

وَيَحْرُمُ الْأَكْلُ مِنْ أُضْحِيَةٍ أَوْ هَدْيٍ وَجَبَا بِنَذْرِهِ

Haram memakan qurban atau hadyu yang menjadi wajib karena dinadzari

وَيَجِبُ التَّصَدُّقُ وَلَوْ عَلَى فَقِيْرٍ وَاحِدٍ بِشَيْءٍ نَيِّئًا وَلَوْ يَسِيْرًا مِنَ الْمُتَطَوَّعِ بِهَا وَالْأَفْضَلُ اَلتَّصَدُّقُ بِكُلِّهِ إِلَّا لُقَمًا يَتَبَرَّكُ بِأَكْلِهَا وَأَنْ تَكُوْنَ مِنَ الْكَبِدِ وَأَنْ لَا يَأْكُلَ فَوْقَ ثَلَاثٍ وَالْأَوْلَى اَلتَّصَدُّقُ بِجِلْدِهَا وَلَهُ إِطْعَامُ أَغْنِيَاءَ لَا تَمْلِيْكُهُمْ


Qurban wajib disedekahkan walaupun kepada orang faqir satu berupa daging yang mentah meskipun sedikit dengan catatan qurbannya qurban sunnah. Utamanya disedekahkan semuanya kecuali beberapa suap dengan tujuan bertabarruk dengan memakannya, dan sunnahnya yang dimakan berupa hati. Utamanya tidak memakan melebihi tiga suapan Utamanya menyedekahkan kulitnya Boleh memberi makan untuk orang-orang kaya, tidak boleh memberikan milik kepada mereka.


وَيُسَنُّ أَنْ يَذْبَحَ الرَّجُلُ بِنَفْسِهِ وَأَنْ يَشْهَدَهَا مَنْ وَكَّلَ بِهِ

Seseorang yang berqurban disunnahkan menyembelih sendiri. Orang yang mewakilkan disunnahkan menyaksikan penyembelihan


وَكُرِهَ لِمُرِيْدِهَا إِزَالَةُ نَحْوِ شَعَرٍ فِيْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ التَّشْرِيْقِ حَتَّى يُضَحِّيَ


Orang yang berkehendak qurban dimakruhkan menghilangkan rambut dan lainnya pada sepuluh awal Dzulhijjah (tgl 1- 10) dan hari-hari tasyriq hingga dia berqurban, Wallaahu A'lam.(*)

Sumber : Dado Ahmad Kosasih Arrosyidi
Komentar

Tampilkan

Terkini