-->

Jamkeswatch Minta Dinkes Kota Bogor Panggil Puskesmas Bogor Timur Klarifikasi Surat Pernyataan Pasien

Bidik Nusantara
Wednesday, 8 July 2020, 14:19 WIB Last Updated 2020-07-08T07:24:47Z
Aden Arta Jaya Ketua DPD Jamkeswatch Bogor Raya bersama dr Sri Nowo Retno Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor

KOTA BOGOR - Terkait adanya surat pernyataan penolakan berobat pasien atas nama SM warga Katulampa RT 03/19 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jamkeswatch meminta Dinas Kesehatan Kota Bogor memanggil pihak Puskesmas untuk klarifikasi terkait hal tersebut.

"Jamkeswatch tetap meminta agar Dinkes Kota Bogor memanggil pihak Puskesmas Bogor Timur (Botim) untuk klarifikasi terkait surat pernyataan dan pengambilan hasil Pa pasien atas nama SM di RSUD Ciawi tanpa pengetahuan keluarga dan jamkeswatch Bogor menyayangkan kejadian ini," kata Aden Arta Jaya Ketua DPD Jamkeswatch Bogor Raya, usai melakukan pertemuan dengn dr Sri Nowo Retno Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor pada, Selasa (07/7/20). Pukul 17:35 sore kemarin.

Berita sebelumnya di: http://www.bidiknusantara.com/2020/06/luar-bias-cara-penanganan-oarang-sakit.html?m=1

Dalam hal ini, lanjut Aden, pihak dinkes kota bogor apresiasi dengan kedatangan jamkeswatch Bogor. Dan, terkait perempuan dengan pihak puskesmas akan segera di agendakan serta pihak keluarga juga akan di undang.

Menurutnya, pihak dinkes sebenarnya sudah mengetahui kasus pasien ini dan pihak puskesmas juga sudah melaporkan terkait surat ini pada dasarnya pihak puskesmas sudah bekerja optimal dan sering berkunjung ke rumah pasien serta melakukan pemeriksaan.

Berita sebelumnya di: http://www.bidiknusantara.com/2020/07/aden-arta-jaya-sayangkan-adanya-surat.html

"Pada dasarnya Jamkeswatch Bogor bertemu dengn pihak dinkes agar kasus ini segera di buat pertemuan antara keluarga dan pihak puskesmas, dinkes kota bogor sebagai fasilitas biar kasus surat pernyataan ini tidak menimbulkan kegaduhan dan ketakutan keuarga pasien," tegas Aden.

Sampai saat ini, lanjut Aden, pihak puskesmas sering menyampaikan laporan bahwa pelayanan kesehatan pada pasien tetap di jalankan sesuai prosedur dan petugas juga sering lakukan kunjungan. "Mengenai surat pernyataan ini sebenarnya hanya buat pegangan pihak puskesmas agar tidak di salahkan pihak lain," terang Aden. (GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini