-->

Dimasa Pandemi Lorin Sentul Hotel Tetap Berbagi Danging Qurban

Bidik Nusantara
Friday, 31 July 2020, 18:45 WIB Last Updated 2020-07-31T11:56:52Z

BOGOR - Meskipun dengan keterbatasan karena wabah pandemi Covid-19, tak menyulutkan Magemen Lorin Hotel Sentul untuk berbagi daging hewan qurban dengan warga sekitar.

General Manager Lorin Sentul Hotel, Heri Haryosa,SE, CMAP, MM,CHM mengatakan, hal itu sebagai bentuk rasa syukur yang di peroleh di masa pendemi, karena masih bisa diberinikmat sehat dan tetap bisa mencari nafkah.

"Ini adalah bentuk rasa syukur kita karena masih di beri rejeki walaupun dengan adanya kesulitan ini, meskipun banyak masalah yang kita hadapi terutama masalah kehidupan, pekerjaan, keuangan dan hotel juga keungannya merosot jauh. Tapi alhamdulilah ada sedikit rejeki kita niatkan untuk membeli hewan qurban," ungkap Heri, Jum'at (31/7/20).

Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan kisah dari pada Nabi Ibrahim AS. Yang mana, kata dia, saat itu dalam masa sulit juga. Namun Allah memberi jalan dalam bentuk lain yang akhirnya lebih baik," imbuhnya.

Mengacu pada kejadian tersebut, Heri beharap, apa yang di quban kan bisa bermanfaat bagi karyawan dan masyarakat sekitar. "Karena ini hari yang baik mudah-mudahan dengan apa yang kita quban-kan ini rejeki yang kita berikan ini diterima oleh Allah, di terima do'a-nya, di berikemudahan, insya Allah kedepannya dengan do'a kita semua dan rejeki yang Allah berikan maka hotel lorin mulai bangkit kembali, huniannya meningkat kembali, pendapatannya mulai besar lagi, rejeki dan kesejahteraan karyawan bisa ditingkatkan kembali," haprapnya.

Menurutnya, dalam rangka mencegah penyebaran virus corona sekaligus tetap menjamin aspek kehalalan dan kebersihan daging kurban. Hari Haryosa mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan Covid-19 antara lain terkait dengan sumber daya manusia (SDM), proses pemilihan hewan kurban, penyembelihan dan pengelolaan, hingga pendistribusian daging kurban.

"Semua panitia diwajibkan memperhatikan aturan yang berkaitan dengan physical distancing untuk selalu menjaga jarak, memakai alat pelindung diri (APD), seperti masker dan sarung tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menjaga kebersihan area pemotongan hewan," ungkap Heri Haryosa.

Pada tahun ini, ada 6 ekor sapi dan 6 ekor kambing yang disembelih. Setelah disembelih dan dikemas, menurutnya, daging kurban akan langsung di distribusikan dengan metode push approach yakni secara door to door mendatangi rumah warga melalui ketua RT masing-masing.

"Warga yang diberikan daging kurban tersebut adalah warga yang telah terdata dalam data penerima. Sehingga tidak ada lagi pembagian kupon kepada masyarakat atau mengumpulkan massa saat pembagian daging kurban seperti tahun sebelumnya," pungkasnya. (GN)

Komentar

Tampilkan

Terkini