-->

Derita Penyakit Hidrosefalus, Bocah Usia 7 Bulan di Desa Batutulis Butuh Urulan Tangan

Bidik Nusantara
Sunday, 26 July 2020, 19:51 WIB Last Updated 2020-07-26T12:56:33Z

KAB.BOGOR - Muhamad Altakih (MA) balita berusia 7 bulan asal Kampung Pasir Gintung RT 01/04, Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menderita penyakit hidrosefalus atau penumpukan cairan dirongga otak sejak lahir. 

Pasalnya hingga saat ini, kondisi anak ketiga dari pasangan Cecep Sukaezi dan Siti Aisyah itu sangat memprihatinkan. Penyakit sang buah hati diketahui sejak berumuran 2 bulan itu terlihat semakin parah, sedangkan orang tua bayi malang itu belum bisa membawa anaknya berobat karena keterbatasan biaya.

"Waktu usianya masih didalam kandungan hingga lahir waktu itu kedaannya biasa saja, tidak ada gejala atau tanda-tanda kalau M.Altakih menderita penyakit hedrosefalus, dari  umur 2 bulan M Altakih terbaring sakit menderita pembesaran dibagian kepala," tutur Ibu Kandung M A, kepada awak media, minggu (26/07/2020).

Untuk memastikan penyakit yang diderita sang anak, Aisyah pernah mencoba membawa M A ke Puskesmas Nanggung, Namun belum bisa dirujuk ke rumah sakit lain lantaran ketiadaan kartu BPJS. "Kartu BPJS sedang diurus dari bulan maret, tetapi sampai sekarang belum juga beres," keluhnya.  

Menurutnya, semenjak pandemik Covid-19 pada bulan maret lalu, Sang suami yang berprofesi sebagai sopir angkot 02, Bubulak Laladon pendapatan usahanya tak menentu.

"Bukannya tidak mau membawa berobat anaknya kerumah sakit, tau sendiri kondisi ini pendapatan sebagai sopir angkot dalam sehari hanya mendapat 30 atau 50 ribu," ujar Aisyah dengan nada sedih.

Informasinya, masih kata Aisyah, untuk penyembuhan buah hatinya harus di bawa ke rumah sakit di Jakatarta. "Karena itu, kami berharap kepada pemerintah untuk membantu biaya pengobatan penyakit anak kami," harap Aisyah.

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Desa Batutulis, Ade Supriatna melalui selulernya menyatakan, pihaknya sudah beberapa kali untuk membantu dan berkunjung ke rumah warganya yang merupakan penderita penyakit hedrosefalus.

"Sudah beberapa kali kami datang, termasuk mengantarkan bantuan berupa paket sembako," kata Ade.

Ade memambahkan bahwa, untuk menangani warganya yang terkena penyakit tersebut, pihak RT dan RW sudah berupaya membantu. "Tetapi masalah ini bukan hanya tanggung jawab desa saja, melainkan tanggung jawab bersama." pungkasnya. (AC/IB/GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini