-->

BNPB Gelar Acara Bincang Penanganan Covid-19

Bidik Nusantara
Wednesday, 22 July 2020, 01:29 WIB Last Updated 2020-07-22T05:28:21Z

PONOROGO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar acara Bincang Penanganan Covid-19 dengan tema "Laporan dari Pesantren", Selasa (21/7/2020) pagi dari Kantor Graha BNPB, Jakarta, secara live yang disiarkan melalui channel YouTube BNPB Indonesia.

Acara bincang daring ini mengundang narasumber Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, MA., Rektor Universitas Darussalam Gontor sekaligus Pembina Satgas Covid-19 Gontor (via zoom), Dr. H. Waryono, M.Ag., Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (via zoom) dan Sarwa Pramana, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Jawa Tengah. 

Prof. Amal Fathullah pertama kali menjelaskan kronologi beberapa santri Gontor 2 yang dinyatakan positif covid-19 yang semuanya berasal dari luar atau imported case. Setelah dilakukan tracing dan beberapa tes swab, maka seluruh santri yang dinyatakan positif langsung dibawa ke Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya. Hal ini merupakan bantuan dari Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah. Setelah penanganan yang intensif di rumah sakit, 40 dari 50 santri positif covid-19 telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke pondok.

"Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Gubernur karena telah membantu anak-anak kami cepat sembuh dengan pelayanan yang sangat baik," kata Prof. Amal.

Sebenarnya, lanjut beliau, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat semenjak munculnya pandemi covid-19 ini kurang lebih sekitar tiga bulan yang lalu. Namun demikian, kasus positif covid-19 tetap terjadi di lingkungan PMDG dikarenakan kasus dari luar.

Prof. Amal mengatakan, pengarahan-pengarahan terkait protokol kesehatan juga disampaikan secara kontinyu kepada seluruh keluarga besar PMDG. Beliau juga menyebutkan bahwa para alumni PMDG yang tergabung dalam Komas (Komunitas Masyarakat Santri) telah memberikan bantuan alat PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk PMDG dalam rangka penanggulangan covid-19 ini. Berita ini tentunya sangat menggembirakan sekaligus mengharukan. Para alumni PMDG rupa-rupanya tetap menaruh perhatian yang sangat besar kepada ibu almamaternya terutama ketika terjadi musibah.

Senada dengan Prof. Amal, Dr. Waryono menegaskan bahwa pondok pesantren sangat kooperatif dalam mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ia juga berharap pemda agar bisa membantu pondok-pondok pesantren dan madrasah diniyyah dalam pencegahan dan penanganan covid-19 yang menjadi pandemi saat ini.

Sementara itu, dari pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov. Jawa Tengah, Sarwa Pramana, menyampaikan syarat-syarat pondok pesantren yang akan memulai kegiatan belajar mengajar (KBM) yaitu setiap santri yang kembali ke pondok agar membawa surat keterangan sehat dari puskesmas, pondok pesantren agar membentuk gugus tugas dan pelaksanaan karantina 14 hari terhadap seluruh santri sebelum memulai KBM di pondok pesantren. (NC)
Komentar

Tampilkan

Terkini