-->

Batal Pertemuan, Tim Advokasi Pawang Menilai Alasan Pemkot Bogor Tak Rasional

Bidik Nusantara
Thursday, 9 July 2020, 09:22 WIB Last Updated 2020-07-09T02:26:03Z

KOTA BOGOR - Belum lama ini, Para Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Pedati yang tergabung dalam PAWANG 1678, merasa sangat kecewa atas ingkar janjinya Pemkot Bogor.

Pasalnya pertemuan yang direncanakan pada Rabu 08 Juli 2020 pukul 13:30 WIB di tempat yang sudah ditentukan di Rumah Makan Saung Ngariung jalan NV Sidik Batu Tulis itu batal.

Tak lama tercuat pemberitaan klarifikasi yang dikemukakan Asda II Dody Ahdiat, bahwa pihak Pemkot Bogor tidak mengingkari janjinya terhadap pertemuan dengan paguyuban PAWANG tersebut dengan alasan protokol Covid, sontak membuat geram Ketua Tim Advokasi yang mewakili Paguyuban para pedagang itu.

Ketua Tim Advokasi Pawang 1678 Iwan Kusmawan SH., memberikan bantahan serius terkait keterangan Dody Ahdiat atas klarifikasi disampaikan di Media Massa.

"Tidak ada istilah minta 5 orang itu tidak ada !!!, itu bohong kepada siapa dia ngomong begitu? semua buktinya di WhatsApp dan di Handphone, kalau misalkan Dodi Ahdiyat minta 5 orang, mana buktinya,? Itu nggak ada !, dia jangan beralibi, dia jangan menyalahkan pawang atau PKL kita punya komitmen, datang dulu, lalu temui dulu," kata Iwan dengan nada tinggi dan kesal, dikonfirmasi awak media, Rabu malam, (8/7/2020).

berita sebelumnya di: http://www.bidiknusantara.com/2020/07/batal-pertemuan-pkl-lawang-saketeng-dan.html

Iwan merasa, alasan tersebut tidak rasional serta dianggap dipermainkan dan apalagi dikatakan bahwa alasanya protokol Covid-19. Bahkan, kata dia, pengurus Pawang sudah menerapkan standarisasi protokol kesehatan dengan segala persiapannya.

"Kita membawa masker, apalagi sudah membawa sanitizer kita sudah persiapkan semua, tetapi buat kita ini persoalnnya adalah bahwa inkonsistensi, kalau memang dari awal misalkan pertemuan di kantor A misalnya, kita tidak jadi persoalan, terbukti kita sudah berkomitmen semua dengan awalnya jumlah 20 kita kurangi 7, itu tidak jadi masalah, tetapi yang dikasihankan itu adalah mereka ini harusnya istirahat sehabis berjualan dan mereka harus setia menunggu sesuai undangan, tetapi setelah detik-detik terakhir malah dipindah-pindah artinya kita katakan itu sebagai inkonsistensi. Jangan dia mengombang-ambing itu tidak benar, kalau Asda mengatakan seperti itu, itu yang membuat kita kecewa, kesal, sampai akhirnya ada yang tidur di tempat menunggu, jadi itu tidak menghargai betul," turur Iwan

Menurut Iwan, seandainya persoalan tersebut karena biaya, baik paguyuban termasuk PKL sudah berkomitmen untuk membayarnya dengan patungan.

"Okelah patungan apa sih yang mau dimaakan di sana? tidak mungkin satu orang habis Rp100.000 kan , pikiran kita seperti itu, ya udah kita patungan saja seolah-olah kita ini mau nyerbu untuk makan-makan? tidak ada !, tujuan kita memenuhi undangan untuk kita bicarakan, sebenarnya sudah enjoy, oh ya mungkin ditempat tertentu dalam konteks untuk relaksasi jadi disitu terjadi dialogis nya, tetapi yang saya sayangkan malah kebalikannya, hal itu yang membuat kita benar-benar kecewa terhadap apa yang pihak Pemkot yang diwakili Asda II karena disini ada di Dia masalahnya, untuk UMKM dan PD Pasar sesuai dengan petunjuknya, kan diundang juga dan ikut juga ?" Papar Iwan.

Karena sudah sangat kesal dan kecewa, Iwan Kusmawan SH., akhirnya melayangkan tantangan terbuka terhadap Dodi Ahdiat untuk mengkonfrontir dengannya agar menemukan kejelasan.

"Kita konfrontir saja sekarang tuh Dodi Hadiat, Saya tantang tuh sekarang !!!, Saya divisi advokasi siap mengkonfrontir dengan Dodi Adiyat tempatnya ditempat yang netral jangan ada yang lain!! Saya tantang sekarang!! Karena saya sudah kesal juga, jangan dia seolah-olah menjadi Birokrat, Saya tahu kok waktu dia jadi Camat Bogor Utara, pokoknya Saya siap untuk ketemu dengan Dodi Ahdiat untuk konfrontir di tempat yang netral tanpa ada pihak yang lain, biar jelas jangan dia menyalakan Pawang, Jngan menyalahkan PKL," pungkasnya. (GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini