-->

Bakti Untuk Negeri, Unida Gontor Ponorogo Berdayakan Tunagrahita Desa Karangpatihan

Bidik Nusantara
Tuesday, 21 July 2020, 20:10 WIB Last Updated 2020-07-22T05:28:34Z

PONOROGO - Semangat membangun negeri dan memberdayakan masyarakat terus dilakukan oleh Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Darussalam Gontor Ponorogo yang pada tahun 2020 ini mengadakan pengabdian untuk masyarakat Tungrahita di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jatim. 

Rangkaian kegiatan pengabdian tersebut dilaksankan oleh salah satu Team Dosen yang berasal dari dua Program Studi yaitu Dhika Amalia Kurniawan, S.E., M.M Dan Hayatul Maemunah, M.E.Sy dari program studi Manajemen bersama Muhammad, S.P,M.P dari program studi Agrotek. 

Program pengabdian ini merupakan hibah dari Kementrian Riset dan Teknologi RI tahun aggaran 2020 yang bertema "Pemberdayaan masyarakat Tunagrahita atau penyandang disabilitas melalui kewirausahaan sederhana dalam upaya kemandirian ekonomi di Kampung Idiot Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur".

Sementara itu Tim Pengabdian Unida Gontor juga memberikan pelatihan kepada para Tunagrahita untuk dapat berwirausaha. "Mengingat kemampuan para Tunagrahita yang terbatas sehingga kegiatan ini dipilih dan dirasa cocok serta dapat dengan mudah untuk dilakukan oleh masyarakat Tunagrahita tersebut dengan cara menaman tanaman yang hasilnya dibutuhkan sehari-hari. Diantaranya tanaman cabe rawit, cabe besar, tomat, sawi serta kacang panjang," terang Dhika Amalia Kurniawan, S.E., M.M, Selasa (21/7/2020).

Sedangkan tujuan pengabdian ini menurut dia adalah untuk membantu meningkatkan derajat ekonomi masyarakat Tunagrahita agar mampu mandiri secara Finansial dan hidup layak seperti masyarakat pada umumnya. "Yang mana sebelumnya para tunagrahita ini sangat bergantung pada bantuan pihak lain," tandasnya. 

Ditemui wartawan dia juga menambahkan dalam tahap awal kegiatan, dimulai dengan pelatihan membuat media tanam menggunakan Polybag dengan jumlah yang banyak pada setiap jenis tanamannya. "Sebelum itu Tim Pengabdian telah menyiapkan Rumah Tanaman Atau Green House yang digunakan sebagai tempat pembibitan awal," paparnya. 

Setelah tanaman mulai tumbuh, menurut dia rencananya akan dipindahkan pada Green House yang ke dua sebagai tempat produksi hingga masa panen tiba nanti. "Dengan Adanya dua Greenhouse maka pembibitan dapat terus berlangsung tidak harus menunggu hingga panen sehingga produksi dapat terus menerus berlangsung," tambahnya.

Lebih lanjuta pihaknya juga mengatakan kegiatan pengabdian ini dimulai dengan memberikan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada para Tunagrahita tentang membangun ekonomi melalui bercocok tanam. "Kemudian pendampingan dalam bercocok tanam seperti membuat media tanam dan pembibitan , pemeliharaan tanaman baik pemupukan, pengairan dan pencegahan hama hingga akhir nanti pendampingan dalam panen dan pasca panen," imbuhya.

Kepada awak media, Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi mengapresiasi kegiatan Unida Gontor di desa yang ia pimpin. "Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi kemandirian ekonomi masyarakat Tunagrahita di Desa tersebut dan menjadi sumber penghasilan tetap, sehingga program ini perlu pendampingan khusus agar dapat terus berjalan," ujar Eko Mulyadi. 

Kades Eko Mulyadi juga mengapresiasi pengabdian dari Tim Universitas Darussalam Gontor. "Kami berharap untuk terus mendapat perhatian dan bantuan bagi para Tunagrahita dalam peningkatan berbagai sisi yang berpotensi untuk dapat diberdayakan," tutupnya. (NC)
Komentar

Tampilkan

Terkini