-->

Tak Terima Dihalangi Saat Tugas Jurnalistik , Pemred Bharatanews Dampingi Wartawan Lakukan Pelaporan

Bidik Nusantara
Sunday, 28 June 2020, 21:52 WIB Last Updated 2020-06-28T15:05:33Z

BOGOR - Nuzul salah satu awak Media Bharatanews.id mengaku mengalami tindakan penghadangan serta dihalangi pada saat melakukan peliputan di tempat agen BNI 46 di wilayah Bogor Barat, Kota Bogor, pada Jum'at pagi ( 26/06/2020) sekitar pukul 10:15 wib.

"Saat itu saya sedang melakukan peliputan dalam rangka penyaluran program BPNT kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jalan Medika IV Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Tiba- tiba saya dihalang-halangi dan diusir secara paksa dengan mendorong badan oleh salah satu oknum tersebut. Bahkan diancam akan dilaporkan ke-Polsek terdekat karena dirinya (oknum) merasa privasinya terpublis serta masuk pekarangan rumah tanpa ijin disaat berlangsungnya penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai kepada KPM," tutur Nuzul kepada sejumlah wartawan, Sabtu (27/6/20) usasai melakukan pelaporan di Polresta Kota Bogor.

Sebelunya Oknum tersebut, kata Nuzul, menanyakan tujuan dirinya. "Saya tau bapak wartawan, maunya apa hah?? tujuannya apa mengawasi atau membantu?. Asal bapak tau disini tidak ada pelanggaran dan tidak ada yang diberikan konpensasi, saya tuan rumah, pemilik rumah!!. Saya keberatan dengan foto-foto, silahkan keluar!!," kata Nuzul menirukan Oknum tersebut.

Tak sampai disitu, lajut Nuzul, Sebelumnya tindakan arogan pria yang saat itu menggenakan baju abu gelap berlengan pendek dan celana jeans hitam ini terus berlanjut. Dirinya tak hanya mengusir wartawan media portal ini juga mendorong dengan tangannya ke wartawan tersebut hingga keluar dari lokasi penyaluran program BPNT atau BSP itu," aku Nuzul.

Menanggapi hal tersebut, Pemimpin Redaksi Media Bharatanews Ryan Poerpratama dengan tegas sangat menyayangkan yang telah dialami oleh Nuzul Kurniayanto.

Menurutnya, kedua oknum yang melakukan pengusiran, penghalangan dan intimidasi kepada seorang Jurnalis ketika melakukan tugas Jurnalistik sangat tidak memahami apa tupoksi dari Jurnalis (Wartawan) yang tertuang dalam UU Pers No. 40 thn 1999. Dan itu ada sanksi tegas hukumnya.

"Saya akan terus mendampingi Jurnalis kami umelakukan pelaporan kepada pihak berwajib dalam hal ini Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota untuk menyikapi hal tersebut. Karena hal ini sudah sangat merugikan baik dari sisi Profesi jurnalis maupun Perusahaan," tegas Ryan Poerpratama (27/6/20).

Ia mengharapkan Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogot Kota bisa menyelesaikan seuiai dengan aturan perundangan-undangan yang berlaku. "Hukum harus ditegakkan karena Hukum adalah Panglima tertingi di Republik Indonesia ini," harap Ryan.

Pemred Media Bharatanews itu juga sangat menyayangkan akan perlakuan yang diterima oleh jurnalisnya dan meminta Institusi yang dinaungi Oknum tersebut memberikan sanksi agar hal serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

"Sejatinya kalau kedua oknum tersebut memahami hukum maka tidak akan ada tindakan pelarangan, pengusiran kepada Jurnalis ditengah kegiatan jurnalistik. Sungguh ironis, profesi wartawan sangat mulia dan menjadi garda terdepan untuk membangun bangsa serta negara indonesia, malah dilecehkan dengan perbuatan tercela itu, harus diberi sangsi agar tidak melakukan hal yang sama," paparnya.

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Bogor Raya dari Aliansi Media Massa Nasional Indonesia (AMMNI) Deni Rachman saat dikonfirmasi prihal adanya intimidasi terhadap wartawan, langsung angkat bicara dan sangat mengecam keras terhadap setiap orang yang sudah melakukan tindakan menghambat atau menghalang-halangi, bahkan tindakan kekerasan kepada wartawan saat sedang menjalankan peliputan.

"Saya sangat mengecam keras terhadap orang yang telah berbuat menghambat, menghalangi bahkan sampai melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan saat melaksanakan tugasnya dilapangan. Maka dalam hal ini pihak yang berwajib Kepolisian Polresta Bogor Kota harus segera menangkap pelaku yang sudah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) tersebut," kata Deni.

Menurutnya, sesuai dengan laporan Nuzul Kurniayanto ke Polresta Bogor Kota dengan No. STBL /310/VI/2020/SPKT dengan subjek laporan menghadanganya/menghalangi dilakukan oleh kedua oknum tersebut.

"Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, tertulis aturan tentang pers, termasuk ketentuan umum, asas, fungsi, hak, kewajiban, dan peranan pers. Diatur pula tentang peran serta masyarakat dan ketentuan pidana. Seperti halnya UU Pers Pasal 18 Ayat (1) yang tertulis, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah) Kami dan jajaran akan terus dorong agar kasus ini tetap berjalan dan cepat diproses," pungkas Deni.(Red)

Komentar

Tampilkan

Terkini