-->

Ngaku Dukun, Penjual Kopi Asal Ponorogo Berakhir di Jeruji Besi

Bidik Nusantara
Friday, 19 June 2020, 12:37 WIB Last Updated 2020-06-19T05:41:18Z

PONOROGO - Ulah nakal AS alias Y (32-TH) seorang laki-laki kelahiran 3 Februari 1988 seorang  buruh harian lepas warga Jalan Hasanudin RT/RW 001/002, Desa Kauman Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo berakhir di jeruji besi.

Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan, pria berusia 32 tahun itu kurun waktu bulan Februari 2020 sampai dengan Jum'at (12/6/2020) sekitar pukul 17.00 WIB melakukan tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan perbuatan cabul dengannya atau dengan orang lain dibsebuah kamar rumah milik AS alias Y di Jalan Hasanudin RT/RW 001/002, Desa Kauman Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo.

"AS alias Y melakukan perbuatan cabul terhadap 7 orang anak remaja. Dalam waktu yang berbeda di rumah tersangka AS alias Y," kata AKBP Mochamad Nur Azis, Jumat (19/6/2020) saat jumpa pers di Mapolres Ponorogo.

Dia menjelaskan para korbannya antara lain adalah AC (15 th), CBS (14 th), ANM (15 th), S (15 th), IF (13 th), IM (14 th), AEP (15 th). "Kesemua korban berasal dari Kecamatan Sukorejo," terang Azis.

Menurut Azis, tersangka yang masih lajang tersebut memiliki usaha membuka warung kopi. "Kepada para korban tersangka mengaku sebagai orang pintar atau Paranormal yang bisa membersihkan badan korban dari aura negatif," imbuhnya.

Akibat ulahnya tersebut, kat dia, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UURI nomor 23 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UURI nomor 35 tahun 2014 sebagaimana diubah dengan Perpu nomor 1 tahun 2016 sebagaimana diubah dengan UURI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud setiap orang dilarang memaksa, melakukan tipumuslihat, membujuk anak untuk melakukan atau melakukan serangkaian kebohongan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahundan denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)," pungkas Kapoles Ponorogo itu. (NC)
Komentar

Tampilkan

Terkini