-->

Ketua LKPDN Berkomitmen Terus Kroscek Kaitan Penyimpanagan dalam Penyaluran BNPT atau BSP

Bidik Nusantara
Sunday, 28 June 2020, 13:52 WIB Last Updated 2020-07-16T12:09:26Z

KOTA BOGOR -  Ketua Lembaga Perlidungan Konsumen Darma Nusantara (LKPDN) Bogor, Nur Hepi Yandi mengku geram dengan maraknya kejadian dugaan penyalahgunaan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) terus bergulir di wilayah Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pasalnya, diduga penyaluran program pemerintah tersebut tidak sesuai pedoman umum (pedum). Alhasil, banyak warga yang dibebankan dengan pembayaran kantong plastik.


Menurut Hepi, pihaknya berusaha menelusuri kaitan dengan BPNT atau pun BSP dari mulai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), e-waroeng sampai ke penyalur.

"Dari beberapa hasil dokumentasi penyaluran BPNT di wilayah Bogor Barat, Kota Bogor sepertinya diduga tidak memperhatikan pedoman umum (Pedum), pada dasarnya bantuan sosial pangan untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga kurang mampu itu, masih saja di bebankan dengan membayar kantung plastik dengan harga yang tidak wajar, itu sama saja mencari keuntungan dalam kesengsaraan, ditambah lagi bilamana penyaluran tersebut tidak sesuai spesifikasi bahan pokoknya," tutur Hepi, Sabtu (27/6/20).


Hepi menjelaskan, penyaluran bantuan untuk warga kurang mampu yang diduga masih dimainkan oleh oknum tertentu, membuat para KPM makin menderita. 

"Oknum tersebut sama saja makan rejeki masyarakat miskin. Hidupnya bisa kualat, hal itu sudah keterlaluan. Bantuan dari pemerintah untuk orang kurang mampu saja masih dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.



Hepi mengaku, berkomitmen kaitan dengan BPNT dan BSP dari Tim Koordinasi untuk kroscek terkait dugaan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. "Pokoknya, ke depan harus bersih," imbuhnya.

Nur Hepi Yandi berjanji secepatnya akan melaporkan kejadian tersebut ke Saber Pungli,Tipikor dan instasi yang berkaitan dengan penyalahgunaan penyaluran BPNT atau BSP. "Kita sebagai perwakilan masyarakat mempunyai kewajiban untuk melaporkan hal tersebut agar para oknum jera akan perbuatan ini," tegasnya Nur Hepi Yandi.

Namun sangat disayangkan, saat awak Media Bharatanews.id ingin melakukan konfirmasi terkait dugaan kejagalan dalam penyaluran BPNT atau BSP kepada KPM, beberapa pihak yang diduga oknum agen penyalur berinisial LV dan BB mencoba menghalangi, mengusir serta mengintimidasi secara fisik ditengah kegiatan jurnalistik berlangsung. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini