-->

Dandim Isbatkan 100 Pasangan Suami Istri Resmi Secara Hukum Miliki Buku Nikah

Bidik Nusantara
Friday, 12 June 2020, 16:21 WIB Last Updated 2020-06-13T02:23:01Z

CIANJUR - Sebanyak 100 orang pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah alias belum sah secara hukum kini diisbatkan oleh Kodim 0608 Cianjur bekerjasama dengan Pengadilan Negeri Agama Cianjur, Jumat (12/06/2020).

Ratusan pasangan ini diisbatkan secara hukum di tiga tempat berbeda yakni di Kecamatan Ciranjang, Kecamatan Warungkondang, dan Kecamatan Cipanas.

Dalam kesempatannya Kepala Pengadilan Negeri Agama Cianjur Dr H Ajib Izudin SH MH, mengatakan Isbat nikah ini berbeda dengan acara nikah massal, kalau isbat nikah mengesahkan pernikahan yang telah dilakukan pada masa lalu tanpa ada bukti hukum atau nikah di bawah tangan.

"Isbat nikah berkaitan dengan hukum pernikahan dan menghasilkan buku nikah resmi, sedangkan nikah siri meski syarat dan rukunnya dilakukan tapi tak mempunyai kekuatan hukum," katanya.

Ajib menambahkan, Isbat nikah itu nantinya bisa membantu warga untuk mengurus segala keperluan administrasi kependudukan.


Ditempat yang sama, Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani menyampaikan, inisiatif adanya isbat nikah itu, karena melihat masih banyak warga Cianjur yang menikah belum secara hukum nasional.

"Maka bantuan berupa bansos dan lainnya sulit karena tak punya surat nikah, kartu keluarga, dari 371 ribu KK warga miskin di Cianjur ada sekitar 21 ribu yang tak memiliki data kependudukan," kata Dandim.

"Meski setelah Isbat nikah tak langsung mendapat bantuan sosial dan sejenisnya, tapi setelah ini warga bisa mengurus administrasi kependudukan," kata Rendra.

Tujuan digelarnya Isbat nikah ini Rendra menambahkan, untuk membantu warga prasejahtera sehingga bisa mengurus administrasi kependudukan.

"Ada 100 pasangan yang diisbatkan hari ini, paling tua umurnya 69 tahun paling muda 20 tahun," kata Rendra.


Sementara itu seorang peserta Isbat nikah, Abdurohman (52) mengatakan, ia sudah 21 tahun menikah dan mempunyai seorang anak. Namun selama ini ia belum sempat mengurus surat nikahnya.

"Sekarang kami bersyukur bisa mengurus surat surat," kata Abdurahman.

Menurutnya, saat menikah dulu ia terkendala ekonomi untuk menghadirkan penghulu di pernikahannya.

Senada dengan Abdurohman, seorang warga lainnya, Atep Rahmat (39), juga terkendala ekonomi untuk menghadirkan penghulu saat menikahi istrinya.

"Di kampung yang penting selamat dulu, hanya perwakilan keluarga dan beberapa tokoh yang hadir, kami belum mampu menghadirkan penghulu saat itu, saya berterima kasih kepada Dandim karena sudah menggelar acara ini," kata Atep.
(Pendim 0608 Cianjur/Doy)

Komentar

Tampilkan

Terkini