Pria Paruh Baya di Kota Bogor Mengaku Selalu Luput dari Program Bantuan Pemerintah - Bidik Nusantara

Kamis, 14 Mei 2020

Pria Paruh Baya di Kota Bogor Mengaku Selalu Luput dari Program Bantuan Pemerintah

KOTA BOGOR - Tjetjep Gunawan (71) warga jalan Menteng Kelurahan Menteng Kota Bogor tergolong warga yang dikatagorikan kurang mampu. Ia mengaku dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya tidak mudah, seraya mengharapkan bantuan tapi apa daya selalu luput dari program-program bantuan pemerintah.

Pria paruh baya yang hidup sebatang kara itu mengaku pernah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebanyak dua kali. Itu pun ia dapatkan pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya menerima bantuan di masa kepemimpinan Presiden SBY, setelah itu saya tidak pernah mendapatkan apapun," katnya. Minggu, (10/5).

Di tengah pandemi Covid-19, sampai diberlakukannya penerapan Pembatasan Sosial Brsekala Besar (PSBB) Pemerintah Kota Bogor memberi kemudahan masyarakat dengan meluncurkan peta persebaran bantuan sosial (Bansos) dan menamakan layanan itu sebagai Sistem Kolaborasi dan Solidaritas Untuk Rakyat (SALUR) yang dapat diakses secara online.

Selain itu, pasalnya dalam layanan aplikasi yang di peruntukan khusus bagi warga kota bogor yakni, di http://salur.kotabogor.go.id, sistem aplikasi tersebut bisa mendeteksi jika ada penerima bantuan ganda dalam satu Kepala Keluarga (KK).

Kertika di telusuri melalui aplikasi SALUR, dengan melampirkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada laman tersebut menampilkan bahwa Tjetjep terdata sebagai penerima bantuan DTKS.


Saat di Konfirmasi, Lurah Menteng Siswanto mengatakan, warga tersebut sudah terdaftar di DTKS. Terkait untuk jadwal penyaluran, kata dia, bisa koordinasi dengan Dinas Sosial, lalu untuk pemuatan data, pihak Kelurahan mengentri data dan kemudian dikirimkan ke Dinas Sosial.

Menurutnya, terkait perihal asal-usul data yang terdapat di SALUR adalah data dari Kelurahan. "Kalau sudah ada di Aplikasi SALUR, berarti sudah," jelas Siswanto, Senin (11/5).

Terpisah, Kepala Bidang Data Informasi dan Penyuluhan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, Sumartini mengatakan, bila mana sudah terdaftar dalam DTKS pastinya akan ikut dalam program bantuan sosial yang dikatagorikan dalam DTKS.

Menurutnya, perlu diketahui DTKS diambil 40% dari populasi rumah tangga yang berada di seluruh Indonesia, kemudian diklasifikasikan menjadi desil 1 sampai dengan 4 yang sudah dirangking. Desil 1 penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Desil 2 penerima  Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Desil 3 penerima Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat PBI, Desil 4 penerima Kartu Indonesia Sehat PBI.

"Data kami yang terbaru adalah perbulan Januari tahun 2020 dan untuk perbulan januari 2020 beliau terdaftar DTKS, tetapi dan untuk hasil pencarian data melalui sistem SIKS-NG bahwa atas nama Tjetjep Gunawan tidak terdaftar di DTKS. Disini, kata dia, terdapat ketidak singkronan, benar bahwa yang bersangkutan perbulan Januari beliau terdaftar dan Saya minta dulu waktu untuk konfirmasi ke kominfo untuk menyesuaikan," pungkasnya.(red)



Sumber: Bharatanes.id
Comments


EmoticonEmoticon