-->

DLH Kabuupaten Bogor Lamban Tangani Sampah di Komplek VCI

Bidik Nusantara
Monday, 18 May 2020, 21:57 WIB Last Updated 2020-05-18T14:57:41Z

KAB.BOGOR - Ditengah merebaknya virus corona (covid-19), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor justru mengabaikan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) di wilayah Ciomas yang merupakan zona merah.

Hal itu disampaikan salah seorang warga Ciomas yang tinggal di salah satu komplek perumahan, Dul (53) merasa kecewa dengan kinerja Intansi pemerintah tersebut.

"Bagaimana saya tidak kesal mas, bak sampah didepan rumah dibiarkan tidak di angkut selama 2 minggu," kata Dul kesal kepada Bidik Nusantara, Senin (18/5).

Dul mengakui, dirinya belum memenuhi kewajibanya membayar iuran sampah selama 2 bulan ke pengelola sampah tingkat RT/RW di wilayah tersebut.

"Memang saya akui selama 2 bulan belum membayar iuran sampah yang besarnya Rp 50 ribu perbulan. Dan saya sudah bicara akan saya lunasi tapi sampah harus tetap diangkut karena akan mengundang penyakit,"ucapnya.

Namun kata dia, seharusnya pihak pengelola sampah tingkat RT/RW di perumahan VCI yang berinisial En jangan mengeluarkan kebijakan yang melampaui batas kewenangan terkait tertundanya iuran dari warga yang beralamat di Blok H.1 nomor. 27 Komplek VCI.

"Kami menduga pihak pengelola sampah di RT/RW setempat ada campur tangan ke petugas DLH agar warga yang belum bayar iuran jangan di angkut sampahnya," kata Dul.

Ketua LP Tipikor, Jonathan Pasaribu mengatakan, seharusnya petugas DLH tidak tebang pilih untuk mengangkut sampah warga di tengah pandemi covid-19.

"Mau warga yang sudah bayar atau belum pokoknya angkut dulu sampahnya. Sementara pihak Tripika Kecamatan Ciomas sedang gencar gencarnya memerangi wabah corona di wilayahnya yang di klaim zona merah oleh Ketua Gugus Tugas Covid-19, Ade Yasin," tegasnya.

Karena wilayah Ciomas sudah masuk katagori zona merah, kata Jonathan, setiap sudut keramaian wajib melaksanakan protokoler kebetsihan.

"Tiap sudut di Ciomas sudah melaksanakan protokoler kebersihan seperti, wajib cuci tangan, pakai masker, chek rapid test. Tapi di sisi lain ada warga yang belum membayar iuran sampah saja, sampahnya selama dua minggu dibiarkan membusuk tidak diangkat," katanya.

Sayangnya, Kepala UPT DLH wilayah Ciomas saat hendak dikonfirmasi selalu tidak ada di tempat. (Ded)
Komentar

Tampilkan

Terkini