-->

LSM MRB Dampingi Dua Warga Katulampa Guna Mendapat Perawatan Intensif dari Rumah Sakit

Bidik Nusantara
Thursday, 28 May 2020, 18:43 WIB Last Updated 2020-05-30T03:06:16Z

BOGOR - Seorang ibu dan anak di Kp. Katulampa RT.03/0019 Kelurahan Katulampa, Kec. Bogor Timur, Kota Bogor, sebelumnya di beritakan terbaring dalam keadaan sakit tidak berdaya ditengah Pandemi wabah virus Corona dan di saat berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kedua warga tersebut akhirnya mendapat pendampingan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Bogor Mitra Rakyat Bersatau (MRB) guna medapatkan penangana intensif dari Rumah Sakit.

Asisten Sekjen MRB Feny menjelaskan, pada hari Selasa Tanggal 26 Mei Tahun 2020. Pihak MRB membawa kedua pasien tersebut ke-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, guna medapat penangan kesehatan lebih lanjut. 

"Ketika sesampainya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Bogor kedua pasien yaitu SM (37) dan anaknya WNF ternyata di tolak oleh RSUD dengan alasan hasil laboratorium (lab) nya bagus," kata Feny didampingi Sekjen MRB Franky Alexander Silitonga, SH, Rabu (27/05/20).

Selanjutnya, masi kata Feny, Ia bersama pihak LSM MRB beranjak membawa kedua pasien ke-RS lain di kota bogor  guna mendapat perawatan insentif.

"Kita bawa kedua pasien ke RS UMMI, Namun dalam penanganannya, setelah pasien WNF di diagnosa, ia di rawat disana karena ada permasalah di paru-paru. Sementara untuk ibunya yaitu SM diperbolehkan pulang.

Dr. Primaditya Manager Pelayanan RS UMMI ketika di konfirmasi, membenarkan bahwa WNF di rawat di RS UMMI.

Menurutnya, melihat kondisi anak di usia 7 tahun dengan berat badan yang tidak ideal pihak rumah sakit akhirnya menyarankan pasien untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Kami melihat kondisi anak usia segitu dengan berat 13 kg itu tidak normal, makanya di sarankan untuk dirawat. Sementara untuk diagnosa paru, kata dia, untuk saat ini masih on proses, artinya masih ada pemeriksaan-pemeriksaan lebih lanjut," kata Primaditya ketika di temui diruangannya, Rabu (27/5/20).

Ketika di konfirmasi pihak RSUD Kota Bogor melaui kepala ruangan IGD Dwi Sunarti mengelak bahwasanaya pihak rumah sakit RSUD tidak pernah melakukan penolakan.

"Ketika pasien datang ke IGD pukul 10:45 kita tidak tolak. Dan kita sudah melakukan prosedural yakni pemeriksaan yang dilakukan dokter jaga pada saat itu dokter Igor," kata Dwi di dampingi Kabag Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat kepada sejumlah wartawan Rabu, (27/05/20).

Selain di lakukan pemeriksaan oleh dokter jaga, lanjut Dwi, pihaknya juga melakukan pemeriksaan laboratorium (lab) kepada kedua pasien. "Kedua pasien diindikasikan tidak perlu untuk dirawat akan tetapi dokter jaga menyarankan khususnya penanganan terhadap pasien anak atas nama WNF untuk datang cek up ke Poliklinik RSUD ke-esokan harinya. Karena menurut keterangan dr. Igor (dokter jaga),  kedua pasien tersebut masih dalam keadaan batas normal," tutur Dwi.

MRB Pertanyakan Camat Bogor Timur Bawa Pasien Kembali ke RSUD Kota Bogor 

Feny mengatakan, pada Selasa sore (26/05/20), pasien di datangi kader dan akan di bawa kembali ke-RSUD Kota Bogor oleh Camat Bogor Timur, guna mendapat perawatan. Hal ini, kata dia menjadi tanda tanya baginya. Karena, sebelumnya kami kemarin bawa pasien ternyata di tolak dengan alasan pasien di bilang hasil lab nya bagus," kata Feny, Rabu (27/05/20).

Camat Bogor Timur, Wawan Aswani ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Bahkan kata dia,  pasien kini tengah dirawat di RSUD Kota Bogor. "Alhamdulilah yang bersangkutan sudah ditangani dan sudah dirawat di RSUD. Tadi kita bujuk untuk dirawat, Alhamdulilah mau dan langsung dibuatkan rujukan oleh kepala puskesmas bogor timur untuk proses perawatan di RSUD," terang Camat saat di konfirmasi via pesan singkat WhatsApp, Rabu (27/5/20).

Namun berbeda halnya dengan RSUD Kota Bogor, kepala ruangan IGD Dwi Sunarti, dengan tegas menjawab bahwa, pihaknya tidak menerima kedatangan pasien atas nama SM kembali ke-RSUD.

"Kami pastikan dari pukul 09:00 hingga pukul 04:00 tidak ada pasien atas nama SM bersama pihak Kecamatan Bogor Timur datang ke-RSUD, bahkan di pendaftaran pun juga tidak ada," kata Dwi didampingi Taufik Rahmat. Rabu, (27/05/20).

Hal yang sama juga di ungkapkan pihak keluarga. Menurutnya SM tidak dirawat di RSUD, ia ada dirumah sedang istirahat. "Memang benar pak Camat datang ke rumah untuk membawa SM kembali ke RSUD namun pasien tetap tidak diterima, karena menunggu hasil pemeriksaan dimana asalmula pasien dirawat," kata salah satu pihak keluarga.

Untuk memastikan hal tersebut, pihak media melakukan kunjungan ke kediaman pasien atas nama SM tersebut. Setibanya disana awak media menyaksikan pasien tampak masih dirumah sedang beristirahat. (Red)
Komentar

Tampilkan

Terkini