-->

Atas Kesalah Pahaman, Ratusan Ojol Meminta Maaf Kepada Polresta Bogor

Bidik Nusantara
Tuesday, 26 May 2020, 21:11 WIB Last Updated 2020-05-29T10:27:14Z
BOGOR - Kumpulan para Komunitas Ojol kota dan kabupaten Bogor, mengadakan ikrar permohonan maaf kepada Polresta Bogor dengan adanya kesalah pahaman yang terjadi pada Jumat 22 Mai 2020. Aksi damai ratusan ojol secara spontan digelar di lapangan Futsal Kecamatan Ciomas, Senin (25/05/20).

Ketua Umum Komunitas Ojol/Forum Online Bogor Indra mengatakan, sebelumnya terjadi kesalah pahaman yang terjadi dikarenakan adanya perampasan kendaraan (motor) anggota ojol oleh matel di sekitaran Graha Cibinong mengatas namakan dari leasing Mf.

Dengan kejadian tersebut ratusan ojol secara spontan mendatangi kantor leasing Mf dijalan veteran Bogor Kota. Ia mengaku sangat prihatin atas kejadian ini. Karena, kata dia, selama ini ojol selalu bermitra dengan semua instansi pemerintahan maupun swasta terutama kepolisian, dalam menjaga keamanan, transportasi, informasi maupun sosial.

Menurutnya, kejadian perampasan kendaraan anggotanya ini sebenarnya sudah dikuasakan kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia(LPKNI) Bogor untuk penyelesaiannya terhadap leasing Mf, agar diselesaikan secara Hukum dan UU perlindungan Konsumen yang berlaku.

"Saya beserta jajaran komunitas ojol dari Forum Online Bogor (FOB) memohon maaf kepada Polresta Bogor Kota dengan kesalah pahaman ini, karena permasalahan perampasan motor sudah di kuasakan kepada Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia(LPKNI Bogor)," jelas Indra.

Ditempat yang sama ketua LPKNI Bogor Niko menyayangkan atas kejadian ini, akan tetapi Ia bangga atas Kesolidan dan kekompakan para ojol dalam menyikapi seringnya kejadian kepada para anggota ojol yang merasa terdzolimi oleh Matel.

Dengan mengatas namakan seluruh LPKSM, PLPK se-Jawa Barat dan Konsumen, Niko berharap kepada Pemerintah, OJK, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Kepolisian RI agar mengambil sikap tegas kepada seluruh Finance supaya tidak ada lagi penarikan kendaraan dijalan dengan mengatas namakan finance yang sangat meresahkan masyarakat.

Terlebih, kata dia, disituasi Covid 19 ini, seluruh dunia sedang berduka dan banyak masyarakat yang terpuruk. "Bila memang konsumen sudah wanprestasi datangilah kerumahnya dengan kebijakan-kebijakan yang ada, agar konsumennya sadar dan mau menyerahkan unitnya kepada finance," ucap Niko. (Din)
Komentar

Tampilkan

Terkini