-->

Ponorogo Masuk Zona Merah, Tiga Warganya Positif Covid-19

Bidik Nusantara
Sunday, 5 April 2020, 22:02 WIB Last Updated 2020-04-06T08:25:33Z

PONOROGO - Warta mengejutkan disampaikan oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni bahwa ada 3 orang warga Ponorogo dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan Tes Swap di Laboratorium Universitas Airlangga Surabaya, Minggu (5/4/2020). 

"Iya benar, bahwa 3 warga Ponorogo dinyatakan positif Corona, dan sudah seminggu dirawat di RSUD Hardjono Ponorogo, ketiganya dari cluster haji di Sukolilo Surabaya," kata Ipong.

Ipong menjelaskan bahwa ketiga orang tersebut merupakan bagian dari sembilan orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang dikirim oleh Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo. "Dari 9 orang yang dikirim ke Surabaya, 5 orang tidak mengalami gejala dan sudah di tes hasilnya negatif, sedangkan 4 orang lagi dilakukan tes, hasilnya 3 positif dan 1 negatif," terang Ipong.

Dari keempat orang yang mengalami gejala tersebut, kata dia, setelah ditelusuri ternyata melakukan kontak secara intens terhadap 24 orang, dan sekarang 24 orang tersebut dilakukan isolasi sejak seminggu yang lalu. "Dari 24 orang tersebut, 3 orang sekarang statusnya dinyatakan PDP dan sudah kita lakukan tes swab yang sekarang tinggal menunggu hasilnya, ketiga orang PDP itu sekarang sudah dirawat di RSUD Hardjono," lanjut Ipong.

Atas kejadian ini, Bupati Ponorogo menghimbau kepada masyarakat Ponorogo untuk tetap tenang dan tidak panik, serta menjaga pola hidup bersih dan sehat, dengan sering mencuci tangan, melakukan social distance, melaksanakan himbauan pemerintah serta memperbanyak berdo'a. "Masyarakat saya himbau untuk tetap tenang, dan yang penting kita memperbanyak berdo'a sembari tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat," himbau Ipong. 

Untuk diketahui, berdasarkan Infografis yang dikeluarkan oleh Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Ponorogo, Jumlah Orang Dalam Resiko sebanyak 5.801 orang, terdiri dari Pekerja Migran Indonesia sebanyak 1.240 orang dan Non PMI sebanyak 4.561 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanayk 6 orang, Jumlah orang Dalam Pemantauan (ODP) yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 259 orang dan ODP Isolasi Rumah Sakit sebanyak 3 orang.

Sedangkan untuk Jumlah Pasien dalam Perawatan sebanyak 14 orang, terdiri PDP mandiri sebanyak 6 orang dan PDP isolasi Rumah sakit sebanyak 8 orang, dan untuk jumlah positif suspec sebanyak 3 orang. (NC)
Komentar

Tampilkan

Terkini