-->

Kelarifikasi Berita Penutupan Wara di Jingah" Pihak Kepolisian Hanya Memberikan Himbauan

Bidik Nusantara
Thursday, 2 April 2020, 13:20 WIB Last Updated 2020-04-05T07:47:33Z

Muara Teweh - Terkait Berita Penutupan Sementara Acara Ritual Rukun Kematian (Wara) yang sedang berjalan di Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Pihak Kepolisian tidak melarang atau menghentikan ritual tersebut, melainkan hanya memberikan himbauan terhadap kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.

Hal itu, di jelaskan Kapolres Barito Utara, Polda Kalteng AKBP Dodo Henro Kusuma SIK melalui Kasat Intelkam IPTU Setyo Sidik Purnomo S.H, M.H, Kamis (01/04/2020)

"Kami Pihak Kepolisian tidak melarang apalagi menghentikan acara Wara dimaksud, melainkan hanya memberikan menghimbau untuk sementara untuk tidak mengumpulkan orang banyak, sebagaimana surat himbawan Gubernur Kalimantan Tengah dan surat Himbauan Bupati Barito Utara, serta maklumat Kapolri," jelasnya.

Perlu diketahui, kata dia, kami tidak pernah melarang atau menghentikan acara ibadah atau keagamaan. "Polisi hanya menghimbau agar untuk sementara dikarnakan adanya wabah Covid - 19 tidak ada acara yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, maka berita sebelumya perlu di klaripikasi supaya tidak menimbulkan sara," kata Setyo.

Berita sebelumya:

Ritual Rukun Kematian (Wara) yang sudah seminggu dilaksanakan oleh keluarga besar Adoi Als Pakansip di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah di hentikan sementara, mengingat adanya surat edaran atau maklumat dari Kapolri.

Teratai selaku Ketua Panitia menjelaskan, jauh hari sebelum musim virus Corona keluarga besar Pakansip telah merencanakan akan melakukan upacara rukun kematian (Wara) hingga bongkar tulang Alm orang tua mereka, demngan mengurus persetujuan atministrasiya melalui Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) barito utara yang juga sekaligus menjabat di bagian Hukum Adat.

"Saya hanya selaku panitia yang diminta untuk membantu kelancaran acara, namun kerna diminta harus dihentikan sementara akibat antisipasi dapak virus Covid-19 yang di tekankan melalui pihak anggota kepolisian setempat maka saya juga harus patuh terhadap surat edaran atau maklumat tersebut," ungkap Teratai, Selasa (31/03/20).

Namun, saya tidak mungkin bertanggung jawab atas segala kerugian keluarga pelaksana ataupun jika ada dampak tuntutan akibat acara ritual rukun kematian (wara) terhenti sementara," jelas Teratai.

Pada musyawarah mupakat tersebut, Sukarni, S.Ag, S.H, M.Si, selaku ketua Majelis Agama Kaharingan Indonesia (MAKI) barito utara menjelaskan, memang sejak lahir belum pernah ada cerita kalau upacara rukun kematian (Wara) bisa berhenti sementara. Hal tersebut positip berdampak menimbulkan kerugian biaya kelengkapanya kerna Ayam, babi, yang sudah di bunuh juga lemang, cucur, gatas, dan kelengkapan lainya tidak mungkin bisa di kembalikan seperti semula.

"Bahkan, hal tersebut juga rentan dapat menimbulkan tuntutan warga jika dianggap dapat menjadi sesuatu pelecehan adat, maka atas permintaan warga saya siap menjembatani untuk menyampaikan permohonan pertimbangan penggati kerugian kepada pihak terkait semoga saja ada pertimbangan," ujar sukarni.

Sukarni, meminta agar pihak Kepolisian setempat dapat bersama-sama mengklaripikasi apabila ada tuntutan dugaan pelanggaran adat atau dari pihak lain. "Saya berharap agar pihak kepolisian setempat berkomitmen apabila ada acara yang menopengkan wara untuk perjudian agar juga dibubarkan," tegasnya.

Adapun, kata Sukarni, atas adanya surat Edaran Maklumat dari Kapolri, tentang larangan mengumpulkan orang itu harus di patuhi oleh semua pihak. "Namun seharusnya juga ada toleransi seumpama panitia harus menghubungi pihak kesehatan untuk melakukan penyeterilan seperti melakukan penyamprotan atau pengecekan suhu badan," kata Sukarni.

Dikomfirmasi, Aipda Tri Susilo selaku anggota Polres Barut mengatakan bahwa, penghentian sementara acara Wara tersebut sebagaimana 5 poin Maklumat yang juga tertera didalam surat DAD kabupaten Barito Utara," ungkapnya. (HSN)
Komentar

Tampilkan

Terkini