Cabuli Anak Dibawah Umur, Dua Lelaki Terancam Hukuman 15 Tahun - Bidik Nusantara

Rabu, 15 April 2020

Cabuli Anak Dibawah Umur, Dua Lelaki Terancam Hukuman 15 Tahun

MUARA TEWEH - Diduga setubuhi anak di bawah umur Satuan Reresse Kriminal Polres Barito Utara, Polda Kalimantan Tengah, amankan dua pria yakni, RF (33) warga jalan Jendral Sudirman Komp. PDAM dan MS (39) warga jalan Kenanga, Kelurahan Melayu, Kecamatan Teweh Tengah, Barito Utara.

"Mereka berdua diduga telah melakukan persetubuhan atau cabul terhadap anak dibawah umur," ungkap Kasat Reskrim Barito Utara AKP Kristanto Situmeang S.I.K, Rabu (15/4/20).

Kristanto menjelaskan, penangkapan kedua tersangka berdasarkan laporan dari orang tua korban yang tidak terima anaknya di setubuhi atau di cabuli oleh kedua pelaku.

"Kejadian berawal pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020 di sebuah rumah di wilayah Kabupaten Barito Utara. Tersangka pelaku yang berjumlah dua orang tersebut secara bergantian menyetubuhi korban dengan cara masuk melalui jendela lalu menyetubuhi korban," katanya.

Atas kejadian tersebut, kata dia, korban memberitahu ayahnya. Karena merasa keberatan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke-Polres Barito Utara.

"Setelah mendapat laporan tersebut, unit Buser Sat Reskrim Polres Barito Utara melakukan penyelidikan dan mendapatkan dua identitas. Pelaku pertama yakni, RF berhasil diamankan, Selasa (14/4/20) sekitar pukul 18.45 WIB. Berdasarkan informasi dari informan bahwa tersangka berada di pangkalan ojek Jalan Kapten Piere Tendean (Simpang Karang Jawa)," ujar Kristanto.

Kemudian, lanjutnya, Unit Buser Sat Reskrim Polres Barito Utara bersama sama dengan Piket Siaga Reskrim setelah menganankan tersangka RF. Ia menerangkan bahwa ada juga orang lain yang pernah menyetubuhi atau mencabuli korban. Selanjutnya, Selasa (14/4/20) sekitar pukul 19.20 WIB, tersangka MS berhasil ditangkap di rumahnya di jalan kenanga.

"Terhadap kedua pelaku dalam hal ini akan di sangkakan Pasal 81 Jo 82 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2016 Tetang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara masimal paling lama 15 (lima belas) tahun," pungkas Kristanto. (Tim)
Comments


EmoticonEmoticon