Tiga Kali Tidak Hadir Dalam Sidang, PT. PIS Diputus Bersalah Oleh Mantir Adat - Bidik Nusantara

Kamis, 12 Maret 2020

Tiga Kali Tidak Hadir Dalam Sidang, PT. PIS Diputus Bersalah Oleh Mantir Adat

Muara Teweh - Tiga kali tidak hadir dalam panggilan sidang adat atas dugaan pelanggaran akibat menggarap lahan dan kebun masyarakat tanpa seijin pemilik dalam pembuatan jalan baru oleh PT. PIS akhirnya dimenangkan warga pemilik lahan.

Dalam pembacaan putusan, Matir adat Iyot memutuskan, PT. PIS terbukti bersalah akibat menggarap lahan dan Dukuh milik Alm. Nyon Bonon Ahli Waris Minser dan Rita Tunah tanpa seijin pemilik.

"Terbukti selama tiga kali panggilan berturut-turur pihak PT. PIS tidak datang. Maka, PT. PIS wajib membayar kerugian pemilik serta Hukum Adat sebagaimana ketentuan Adat istiadat setempat serta mengisi palas pali leu blai dan membayar seluruhnya biaya perkara," kata Iyot ketika membacakan putusan di Kantor Kepala Desa Teluk Malewai, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Rabu, (11/3/2020).


Dirinya, selaku Mantir Adat mengaku, melalui sekretarisnya sudah memanggil resmi tiga kali berturut-turut namun pihak PT. PIS tetap mangkir. "Kerna sudah memenuhi syarat maka hari ini sidang peradilan adat tetap diputuskan," ungkap Iyot.

Pada kesempatan yang sama, Hison selaku penerima kuasa menerima segala keputusan olen Mantir Adat. Sebagaimana yang diputuskan oleh paramantir dan sesuai ketentuanya.

Adapun, kata dia, terkait minimal yang berkaitan dengan kerugian atau penggantian Hak pemberi kuasa, selanjutnya bisa diatur apabila telah mendapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak setelah keputusan dimaksut di indahkan oleh pihak perusahaan," kata Hison.

Dalam sidang putusan tersebut hadir diantaranya, pihak penggugat, saksi-saksi, Kepala Desa beserta staf Desa dan ketua RT Setempat. (Yud)
Comments


EmoticonEmoticon