PT. PIS Mangkir Pada Sidang Adat Ke-2 Terkait Penggarapan Lahan Warga Tanpa Ijin Pemilik - Bidik Nusantara

Kamis, 05 Maret 2020

PT. PIS Mangkir Pada Sidang Adat Ke-2 Terkait Penggarapan Lahan Warga Tanpa Ijin Pemilik

MUARA TEWEH - PT. PIS mangkir pada agenda panggilan ke-2 oleh Mantir Adat, terkait dugaan penggarapan lahan warga tanpa ijin pemilik.

Hal tersebut, disampaikan Hison selaku kuasa penggugat dipersidangan adat yang dilaksanakan di Kantor Desa Teluk Malewai, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Rabu, (4/3/2020).

Menurutnya, sidang peradilan adat tetap dilanjutkan dengan penyerahan bukti-bukti dari pihak penggugat yang dibacakan oleh kuasa diantaranya.

"Segel surat keterangan aanah An. Alm Nyon Bonon Ahli waris Minser dan Rita Tunah, surat perlimpahan warisan dan pengelolaan hutan, pohon pusik pantak tempat lebah madu, peta pembaharuan dan dokumentasi kerugian akibat penebangan dukuh milik leluhur sedatuk keturunan Alm. Nyon Bonon ahli waris Minser dan Rita Tunah yang disertai dengan surat-surat keterangan saksi-saksi dan saksi persambitan," tuturnya.

Hison berharap, pihak Mantir Adat tidak menunda-nunda jalanya persidangan hanya kerna permintaan sepihak oleh perusahaan dan meminta harus tetap korporatip sebagaimana surat yang diterima. "Bentuknya adalah surat panggilan yang dimintaan untuk menyerahkan pembuktian dan menghadirkan saksi-saksi, sifat surat panggilan itu Wajib," terangnya.

Maka,kata dia, kalau persidangan ditunda-tunda akibatnya pihak penggugat dirugikan jika harus berulang-ulang diminta untuk kembali menghadirkan para saksi-saksi. "Oleh kerna itu kami mohon pihak peradilan adat agar korporatip dan tegas supaya segala perkara yg berkaitan dengan Hukum Adat tidak dapat dilecehkan. Kerna Hukum Adat adalah napas Harkat Dan Martabat bagi semua orang, bagaimanapun harus dijaga dan dilindungi sesama," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Hison, jika sesuai presedural sejak dibuka persidangan pihak mantir dan kedemangan harus menetapkan status Ko atas lahan yang menjadi sangketa," imbuhnya.

Iyot, selaku ketua mantir I Desa Teluk Malewai menerima surat-surat pembuktian yang diserahakan. Ia mengatakan, tetap akan melanjutkan panggilan ke-3 terhadap para pihak yang dituangkan dalam berita acara.

"Pada intinya apabila panggilan ketiga pihak yang bersangkutan juga tidak hadir dan tidak di indahkan akan dinyatakan gugur diskualafikasi atau paling tidak dapat menjadi pengambilan keputusan para mantir adat," tegasnya.

Ia, menjelaskan, untuk agenda sidang nanti, hukum adat akan dilanjutakan pada panggilan ketiga yang waktunya menunggu surat dari para mantir," pungkasnya. (Yud)
Comments


EmoticonEmoticon