Iklan

PT. MARUWAI COAL Diminta Cabut Pengaduan Polisi Agar Tidak Menjadi Konflik

Bidik Nusantara
Sabtu, 14 Maret 2020, 18.45 WIB Last Updated 2020-03-14T11:47:25Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


MUARA TEWEH - Kepala Desa Penda Siron meminta kepada PT. MARUWAI COAL yang beroperasi diwilayah Desa Penda Siron, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mencabut pengaduanya di Kepolisian.

Adapun sebagai dasar permohonan pencabutan, melalui surat keteranganya Kepala Desa Penda Siron Muksin menerangkan bahwa, tanah yang berisi ribuan kebun sintuk serta kebun buah-buahan yang sebelumnya digarap akibat pembuatan jalan oleh PT. MARUWAI COAL" benar hak milik Alm. Mawardi yang dikuasakan kepada Roby selaku menantunya.

Menurutnya, haltersebut dibuktikan dengan keterangan surat-surat kepemilikanya serta bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang di milik Roby dan surat keterangan lainya.

Sehingga, kata dia, pemerintah dasa mengeluarkan surat keterangan yang menerangkan antara lain bahwa : tanah tersebut tidak dalam keadaan sangketa, tidak tumpang tindih, serta tidak pernah di perjual belikan kepada pihak lain," tutur Kades, Kamis (13/03/20).

Selain permohonan pencabutan laporan, Muksin juga memberikan Surat Rekomendasi kepada pihak perusahaan untuk segra menyelesaikan masalah ganti rugi dengan minimal yang di sepakati bersama oleh kedua belah pihak.

"Saya berharap PT. MARUWAI COAL segra menyelesaikan masalah dengan melakukan pembayaran ganti rugi yang nominalnya disepakati antara kedua belah pihak," harap Muksin.

Terkait dengan bahan-bahan adat, lanjutnya, kerna pememasangan Hompong Pali Larangan yang dijadikan untuk barang pengaduan ke kepolisian, hal tersebut jelas akan menyakiti hati para tokoh-tokoh adat dan tokoh masyarakat serta semua masyarakat adat se-Kalimantan Tengah terutama wilayah Kabupaten Murung Raya.

"Maka apabila dilanjutkan positif akan berdampak untuk keamanan dan ketentraman perusahaan dan Desa, kerna haltersebut dapat menjadi konflik besar yang dapat merugikan pihak masyarakat dan perusahaan itu sendiri. Secara lisan dan juga melalui surat ini saya mohon agar pihak PT. MARUWAI COAL mencabut surat pengaduanya di kepolisian," harap Muksin.

Angga selaku pimpinan menejemen PT. Maruwai Coal Bag. Exsternal Platation Dept, menyambut baik kehadiran Kepala Desa beserta beberapa orang tim kuasa Pendamping Roby.

"Kami berterima kasih atas disampaikanya surat permohonan pencabutan laporan oleh kepala desa, jelasnya hal ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak perusahaan, bahkan terkait penyelesaian masalah lahan pihak perusahaan pasti siap membayar ganti rugi apabila legalitas dan kepemilikanya sudah jelas, dapat di akui serta dipertanggung jawabkan secara hukum," terang Angga. (Hison)
Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+