Masyarakat Cimande Hilir bersama Mahasiswa Akan Lakukan Aksi di PT. Tirta Fresindo Jaya - Bidik Nusantara

Selasa, 17 Maret 2020

Masyarakat Cimande Hilir bersama Mahasiswa Akan Lakukan Aksi di PT. Tirta Fresindo Jaya

BOGOR - Warga Cimande Hilir, Kecamatan Caringin akan duduki perkantoran PT. Tirta Fresindo Jaya dibilangan Jalan Raya Sukabumi - Bogor Kabupaten Bogor.

Pasalnya, alasan warga menduduki kantor Perusahaan, tak lain tidak ada itikad baiknya perusahaan untuk mengeluarkan CSR serta tidak adanya perbaikan lingkungan atas suara bising, asap (polusi), getaran mesin yang menyebabkan rumah-rumah warga retak sampai dugaan pembuangan limbah B3 sungai Cisadane sampai sakitnya beberapa warga akibat asap pabrik," tutur Kuasa Hukum warga Cimande Hilir, Anggi Triana Ismail kepada Wartawan, Senin (16/03/20).

Dalam waktu dekat ini, lanjut Anggi, seluruh tokoh masyarakat Cimande Hilir bakal dibantu oleh mahasiswa Universitas Pakuan & Universitas Juanda bogor, untuk melakukan aksi demonstrasi. "Tidak hanya itu warga pun akan melakukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatige daad) kepada perusahaan atas pencemaran lingkungan hidup di beberapa kawasan warga," tegasnya.

Selain itu, masi kata Anggi, sampai saat ini, warga RW 05 Desa Cimande Hilir masih dalam keadaan yang sama. "Masyarakat masi sama yakni muak, murka & marah terhadap perusahaan.
Kami tentunya menganjurkan kepada seluruh jajaran tokoh masyarakat, untuk secepatnya melakukan langkah hukum guna membuktikan secara yuridis bahwa perusahaan benar-benar melakukan pelanggaran hukum terhadap alam & hak-hak konstitusional warga," tetangnya.

Adapun langkah hukum yang bisa dilakukan warga, jelas Anggi, adalah melakukan gugatan kelompok (atau gugatan class action), dimana beberapa warga mengalami penderitaan yang sama atas perbuatan subjek hukum & objek hukum yang sama pula. Yang hal itu telah diatur didalam Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2002 tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok (class action).

"Disamping itupun kami menganjurkan warga untuk melakukan langkah hukum berupa tanggung gugat negara atau gugatan warga negara kepada negara (atau gugatan citizen law suit / action popularis). Dimana dasar gugatan tersebut adanya pembiaran atau baik kesengajaan maupun kelalaian pemerintah Kabupaten Bogor dalam menyikapi permasalahan yang dialami masyarakat Kp. Tenggek Cimande Hilir Caringin Kabupaten Bogor," bebernya.

Anggi menilai, dari perbuatan Pemerintahan Kabupaten Bogor tersebut, konstitusional warga terampas sehingga barang tentu mengalami kerugian baik moril, material maupun immaterial. Hal tersebut berangkat dari Pasal 28 D UUD 1945, bahwa, hak setiap orang atas pengakuan, jaminan, perlindungan, kepastian hukum dan perlakuan sama dihadapan hukum," tegasnya.

Ia menjelaskan, adapun aksi demonstrasi itu hak daripada konstitusi warga. "Karena dengan adanya aduan-aduan & perlindungan hukum melalui surat kami akan tetapi pemerintah tidak ada satupun yang merespon. Maka hal yang wajar jika emosi warga di tumpah ruah kan melalui aksi demonstrasi. Itu haknya sebagai labelitas "korban," imbuhnya.

Namanya korban, pasti segala bentuk penderitaannya dialami oleh korban.
Negara diam atau sengaja mendiamkan, maka langkah-langkah hukum yang saya sampaikan adalah hal ihwal yang wajib warga lakukan," sambung Anggi.

Lebih lanjut Anggi mengatakan, dalam waktu dekat ini warga terdampak akan memberitahukan informasi dari hasil gelar rapatnya dengan seluruh masyarakat berikut dengan tokoh-tokohnya.

"Perlakuan dagelan perusahaan yang mengakibatkan banyak korban, adalah hal wajib untuk dilawan oleh para korban. Ini negara hukum, maka seluruh akses perlawanan korban terhadap pelaku, sangat mudah di akses walaupun harus terganjal oleh moralitas para penegak hukum yang kerap kali melindungi perusahaan yang notabene punya modal (duit). Kita akan kawal terus permasalahan hukum yang dialami warga Kp. Tenggek Desa Cimande Hilir Kec. Caringin, Kab Bogor sampai tuntas.
Sampai dimana perusahaan ini bertekuk lutut dihadapan supremasi hukum negara ini," papar Anggi.


Sumber : SEMBILAN BINTANG & PARTNERS LAW FIRM
Comments


EmoticonEmoticon