Legislator Nasdem DPR RI Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Ponorogo - Bidik Nusantara

Sabtu, 14 Maret 2020

Legislator Nasdem DPR RI Sosialisasikan Pencegahan Stunting di Ponorogo

PONOROGO - Legislator Partai Nasdem yang menjadi  Komisi V DPR RI, Sri Wahyuni dan menjabat Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Ponorogo mengadakan Sosialisasi Pencegahan Stunting di Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo, Jumat (13/3/2020). Sri Wahyuni menandaskan kegiatan diikuti oleh ratusan peserta terdiri dari 21 Ketua TP PKK Kecamatan, 307 TP PKK Desa/Kelurahan dan organisasi wanita lainnya.


Ketika memberi sambutan Sri Wahyuni menyampaikan kepada peserta untuk ikut melakukan sosialisasi pencegahan stunting di lingkungan masing-masing. "Iya saya minta untuk semua peserta tadi, pimpinan-pimpinan di lingkungan dan organisai wanita agar meneruskan sosialisasi ini (pencegahan stunting) ke lingkungan dimana mereka berada," ujar Sri Wahyuni.


Pihaknya berharap para Kepala Desa/Lurah bisa datang ke Posyandu Balita dan Ibu Hamil, Posbindu untuk menyampaikan betapa pentingnya makan-makananan bergizi pada waktu hamil dan sampai bayinya lahir. "Dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) exlusive  dan makanan yang bergizi, kalau sudah bisa makan sampai usia 2 tahun," imbuhnya.


Saat memberi materi, Direktur Akademi Gizi Surabaya, Andriyanto saat memberi materi menjelaskan dalam Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 sampai tahun 2018 ada penurunan. "Angkanya dari 38 persen menjadi 26,2 persen. PBB atau World Bank menyatakan, yang disebut dengan masalah stunting adalah kejadian stunting yang terjadi di atas 20 persen," ujar Andriyanto.


Menurutnya, di Jawa Timur memiliki 11 kabupaten/kota sebagai lokus penanganan stunting dan itu daerah terbanyak untuk penanganan di seluruh Indonesia. "Artinya Jatim adalah perhatian utama. Memang yang paling tinggi bukan di Jatim. Tapi paling tidak ada 11 kabupaten/kota yang menjadi lokus stunting," imbuhnya.


Dia memaparkan bahwa stunting terjadi biasanya pada 1.000 hari pertama bayi yang lahir yang mengalami kekurangan gizi. Sehingga bayi tidak bisa tumbuh tinggi dengan baik. "Dan, hal itu bukan karena faktor keturunan," katanya.


Menurut dia, 50 persen penyebab stunting karena pola asuh cara memberikan makanan. "Bisa kita tanggulangi dengan cara-cara sesuai kaidah kesehatan. Untuk bayi berikan ASI (Air Susu Ibu) sampai usia 2 tahun. Untuk menambah tinggi anak, perbanyak konsumsi nabati dan protein," imbuhnya. (NC)
Comments


EmoticonEmoticon