-->

Hompong Pali Mara Dilepas, Warga Menduga Ada Oknum Pemangku Adat Terpropokasi Menejemen PT. PIS

Bidik Nusantara
Friday, 28 February 2020, 10:19 WIB Last Updated 2020-03-08T14:31:12Z
Muara Teweh - Pelepasan Hompong Pali Mara yang di pasang puluhan pemilik lahan di lepas, warga menduga ada oknum pemangku adat terpropokasi oleh sistem pimpinan menejemen prusahaan tambang batu bara PT. PERMATA INDAH SINERGI yang beroperasi di wilayah Desa Banao Hulir, Banao Hulu dan Desa Teluk Malewai, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Hal itu disampaikan Robenson, selaku cucu Alm pemilik lahan. Menurutnya, sejak hari Rebu (26/2/2020) sekiranya pukul 13.00.Wib selama 2 hari puluhan warga pemilik lahan melakukan pemasangan Hompong Pali Mara /Potal Adat di dua titik lokasi PT. PIS tepatnya di Gudang Handak dan dan di Km 11 pada lahan milik Minser dan Rita Tunah selaku ahliwaris anak Alm. Nyon Bonon mantan kades 16 Tahun Menjabat.

Selain itu, kata Robenson, pihaknya pernah beberapa kali menyampaikan surat tuntutan ke-Prusahaan. "Namun oknum karyawan malah balik membuat surat pernyataan untuk menolak surat kami. Hingga, kami terpaksa inisiatif masing-masing dari para pemilik lahan sejak Rabu 26/2/20 memasang hompong pali mara kerena sudah habis akal dan upaya," katanya.

Robenson menegaskan, atas terjadinya penebangan puluhan pohon Tengkawang, Durian, Paken, Siwaw, Pupuan, Rupai, serta beberapa pokok pohon rotan dan tanaman milik Sedatuknya yang digunakan untuk Jembatan Sei. Putung. Pihaknya akan tetap meminta pertanggung jawaban dari perusahaan, kerena kebun itu adalah harapan keluarga yang sudah 40-50 tahun ini menghidupi keluarga.

"Saya terpaksa melepaskan hompong pali kerena diminta dan dipaksa-paksa oleh oknum-oknum pemangku adat yang saya duga semua terindikasi oleh kepentingan dan telah terpropokasi oleh perusahaan, tepapi bagaimanapun saya minta mereka harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan ganti rugi tanah dan tanaman serta tumbuh milik keturunan kami sebagaimana yang mereka janjikan,"ujar Robenson.

Minser mengaku terpaksa melakukan Hompong Pali Mara. Karena kata dia, sudah habis akal dengan upayanya selama ini. "Kerugian kami berlipat ganda, karena sudah berapa kali mrlakukan upaya tuntutan tetapi tidak ada tanggapan dari pihak mana pun," ucap Minser didampingi Saudaranya Rita Tunah.

Hertin Kilat selaku Sekjen Dewan Adat Dayak DAD di Kabupaten Barito-Utara saat diperlihatkan surat pemberitahuan pemasangan hompong" ia mengatakan Demang Gimi tidak mungkin menanda tangan surat dimaksut dan kami selaku Dewan Adat Dayak Kabupaten Barito Utara mengatakan bahwa pemasangan hinting ini adalah adat yang salah maka mohon agar warga melepaskan Hompong atau portal adat ini' ujar Hertin Jumat (28/02/2020)

"Demang Gimi tidak ada menanda tangani surat pemberitahuan pemasangan Hompong Pali Mara tersebut. Masa demang Gimi menandatangani surat Pemberitahuan itu kata Hertin Kikat Makanya ia minta agar Hinting/Hompong Pali Mara yang di pasang ini harus di buka, pinta dia kepada warga. Kerena ini diluar jalur adat," ujar Hertin.

Ditempat yang sama Gimi, selaku Demang kepala Adat Kecamatan Lahei Barat mengiakan adanya Cap dan tanda tangan dirinya pada surat pemberitahuan pemasangan Hompong Pali tersebut. Dan, Ia juga membenarkan adanya tunturan warga pemilik lahan namun mereka tidak pernah meminta bantuan kepadanya. "Jangankan ke-saya ke-Paramantirpun belum pernah mereka ajukan masalah ini, makanya malam ini saya mohon Hompong Pali di buka dulu supaya kita bisa mengurusnya. Bagaimana kita mengurusnya kalau hompong pali ini terpasang disini dan selaku pemangku adat kami siap mengurusnya sampai tuntas," tutur Gimi.

Gimi mengatakan, bukan bararti dirinya tidak mengakui hasil rapat dengar pendapat dengan DPRD kemarin. "Tapi lembaga kami punya ranah dan kewenangan sendiri," tegasnya.

Sementara itu, Herman selaku Direktur Humas dan HRD PT. PIS mengatakan, pihaknya sudah melarang warga melakukan pemblokiran.

"Pihak Perusahaan sejak awal melarang warga untuk melakukan pemasangan Hompong Pali, karena tidak seijin dengan Kedemangan setepat yang punya wilayah," kata Herman. (Hison)
Komentar

Tampilkan

Terkini