-->

Bupati Bogor Apresiasi Terhadap yang Selama Ini Berjuang dengan Karya Jurnalistik

Bidik Nusantara
Tuesday, 3 March 2020, 21:23 WIB Last Updated 2020-03-03T14:43:42Z

BOGOR- Bupati Bogor Ade Yasin menyampaikan apresiasi terhadap yang selama ini memilih berjuang dengan karya jurnalistik, baik sebagai aktualisasi diri ataupun meningkatkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Menurutnya, Pers sebagai pilar demokrasi memiliki peranpenting dalam mengawal jalannya pemerintahan dan roda pembangunan.

"Kami dari pemerintah daerah, berkepentingan untuk bersinergi dengan pers sebagai media sosialisasi rencana, angaran dan pencapaian hasil kerja pembangunan," ucap Ade yang disampaika Edi Kuswara dalam acara Hut Forum Pers Independet Indonedia (FPII) ke-3 di di Leweung Geledegan Ecolodge, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Senin (02/03/20).

Terlebih, kata dia, Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menggalakan peogram pembangunan pancakarsa, bogor cerdas, bogor sehat, bogor maju, bogor membangun, bogor berkeadaban, demi tercapainya visi pemkab bogor menjadi kabupaten termaju, nyaman dan berkeadaban.

"Sinergi ini kami rasa sangat positif untuk mendorong prestasi masyarakat, pembanguna dan era keterbukaan informasi publik, agar mendapatkan informasi yang jelas," tuturnya.

Menurutnya, fungsi dan peran pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan sekaligus kontrol sosial yang independen dan objektif hanya dapat dijalankan oleh pers yang propesional dan memiliki integritas.

"Oleh sebab itu, setiap wartawan semestinya memiliki kompetensi yang dapat diandalkan, tidak hanya dalam hal profesionalusme jurnalistik dan penguasaan teknologi multimedia akantetapi dalam menyikapi kebebasan pers dan menghindari penyalagunaan profresi wartawan bagi kepentingan yang bertentangan dengan kode etik wartawan," tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah berharap kepada insan pers untuk tetap independen dalam menjalankan fungsi sebagai kontrol sosial dan pelurus berbagai informasi serta memberikan pencerahan dan pengertian kepada masyarakat khusnya yang berkaitan dengan berita hoax yang akhir-akhir ini semakin gencar di media sosial.

Di era digaital berkembang luar biasa pesat berdampak pada menyusutnya pembaca dan berkurangnya iklan dimedia cetak dan ini menjadikan ekonomi media semakin sulit yang pada akhirnya mendorong efisiensi pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan media. Hal Ini, kata dia, tentunya menjadi tantangan berat bagi insan pers, yaitu bagai mana memformulasikan bisnis media yang menenrukan arah keberlanjutan media di indonesia.

"Bagaimanapun model bisnis media kedepan, harapan kami pers indonesia dapat tetap menghasilkan produk jurnalisme yang baik, "Good Journalism" dengan kreatifitas dan inovasi untuk menghadirkan informasi yang berimbang, mencerdaskan, menyehatkan, akurat, dan bertanggung jawab sehingga jurnalis indonesia tetap bermutu dan mampu bertahan di era digital," pungkasnya.(GN)
Komentar

Tampilkan

Terkini