Akibat Tidak Transparan Dalam Angaran, Masyarakat Tuduh Operator Desa Kamawen Korupsi

Bidik Nusantara
Sunday, 15 March 2020, 20:29 WIB Last Updated 2020-03-16T23:45:15Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Foto : Operator Desa Kamawen di kediamannya
MUARA TEWEH - Operator Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, diduga sebagai dalang korupsi. Hal itu, disampaikan Salah satu warga Desa Kamawen dan puluhan warga lainya kepada wartawan, Sabtu (14/03/20).

"Seorang Operator Dana Desa (DD) diberikan Rangkap Jabatan selama Tiga tahun ini hanya untuk mendalangi korupsi setiap anggaran, disamping bertugas selaku Operator, oknum tersebut juga menjabat selaku Sekretaris Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan dia juga selaku ketua BUMDES Badan Usaha Milik Desa, bahkan juga menjabat sebagai guru Honorer di salah satu Perusahaan," kata warga.

Menurutnya, selama tiga tahun ini banyak anggaran yang tidak sesuai. "Banyak angaran tak sesuai, baik anggaran yang bersumber dari DD atau pun ADD, maka setiap rapat selalu tertutup semasa itu. bahkan hingga sekarang sudah beberapa kali kami masyarakat meminta untuk di perlihatkan RAB atau pun LPJ Pemerintah Desa salalu beralasan takut disalah gunakan," tutur warga.

Terpisah Sekdes Mamanto W didampingi Aman Jaya selaku Ketua TPK menjelaskan, setelah pencairan masing-masing dana sesuai pos. "Kami serahkan sesuai Pos termasuk dana BUMDES yang di kelola oleh Santo dan sekaligus selaku Operator DD, seingat saya dana BUMDES tahun 2017 sebesar Rp.110.000,000,- Seratus Sepuluh Juta, tahun 2018 sebesar Rp. 104.000,000,- dan Tahun 2019 sebesar Rp. 50.000,000,- . Dan-dana tersebut tidak harus habis, malah harus berkembang, karena itu merupakan Badan Usaha Milik Desa yang khususnya untuk kesejahteraan masyarakat," terang Manto pada Senin, (10/2/2020) lalu.

Sementara itu, Santo mengakui bahwa dirinya merangkap jabatan dan banyak membantu masyarakat Desa Kamawen. "Iya' benar saya selama ini cukup membantu masyarakat desa kamawen kerna mereka banyak yang belum paham. Dan, benar saya juga adalah operator DD, sekretaris TPK, serta Ketua BUMDES, disamping itu, sebagai tambahan saya menghonor di PT. BAK," kata Santo saat di konfirmasi di rumahnya.

Adapun, kata dia, BUMDES yang ditanganinya hanya ada dua tahun yaitu tahun 2018 sebesar Rp. 110.000,000,- dan 2019 sebasar Rp. 104.000,000,- . "Adapun usaha yang dikembangkan salah satunya untuk mengisi minyak Tower, modal dan keuntungan sekitar rata-rata Rp. 24.000,000,- per-Tahun di bayar oleh Telkomsel dan sisanya kami mengembangkan usaha tabung Gas LPJ 30. Kg. sebanyak 50 biji, sisa dananya saya bingung untuk menjawab. Kerna sering ribut dengan koperasi perorangan yang ada di kamawen, selama tiga tahun ini kami memang tidak pernah menyampaikan segala perincian baik modal ataupun keuntungan di hadapan masyarakat, pernah satu kali akhir tahun 2018 tapi dalam rapat tertutup antara sesama pemerintah desa saja," pungkas Santo. (Hison)
Komentar

Tampilkan

Terkini