-->

PAMSIMAS Desa Kamawen Jadi Buah Bibir

Bidik Nusantara
Friday, 14 February 2020, 11:07 WIB Last Updated 2020-02-14T04:32:05Z
Foto: Bangunan PAMSIMAS
MUARA TEWEH - Program Nasional Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Muara Teweh, Desa Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Propinsi Kalimantan Tengah Tahun 2017 akhir-akhir ini menjadi buah bibir.

Pasalnya, penmbangunan yang diperkirakan menghabiskan anggaran senilai 15-18 Juta itu mangkrak.

Ertoni Guruh mengatakan, hampir tiap tahun anggaran desa seakan menjadi sasaran pisik utama.

Menurutnya, untuk pembangunan sarana air hingga saat ini, tidak sampuraka (sempurna). "Ada WC tapi tidak ada air sama saja bohong, akibat Pam Air terdahulu tidak dikelola dan diganti dengan proyek PAMSIMAS," katanya.

Disambang di kediamanya Nopi ketua Satgas Pelaksana proyek membantah terkait hal tersebut. Menurutnya, pengerjan proyek tersebut bukan mangkrak atapi masih berkelanjutan dan ditanggung oleh pihak pengurus Pamsimas Kabupaten." Itu perngeejaan berkelanjutan di tanggung oleh pengurus (Pamsimas-red) kabupaten, namun sampai saat ini belum ada serah terima," ungkapnya, Rabu (11/2/2020).

Terpisah Iskandar Mantan Kepala Desa Iskandar menjelaskan bahwa, dana tersebut bersumber dari dana In-cash dan In-kind yang berawal dari uang dia pribadi senilai 5 Juta, serta bantuan dari PT. BAK sebesar 9 Juta. Di tambah dari Anggaran Pendapatan Belanja Desa APBDES sebesar 38 Juta, sehingga dikabulkan oleh pihak Pengurus Kabupaten dana total menjadi sekitar 365 Juta.

"Proyek tersebut benar mangkrak, namun dianggap selesai dan tidak ada temuan atau Korupsi, itu adalah kesalahan pihak Kabupaten karena kewenangan desa itu hanya menyiapkan lokasi dan kewenangan Kepala Desa hanya meng SK kan pengurus Satlak yang ada di desa," ungkap Iskandar ketika ditemi di kediamannya.

Dulu, kata Iskandar, Badan Pengawas Kerja Pamsimas BPKP Kabupaten beserta dengan Kejaksaan turun megecek lokasi. "Memang ada terdapat temuan dana belanja pengadaan Pipa senilai 38 Juta yang belum terpenuhi namun sekarang sudah selesai," imbuhnya.

Ya" sekarang masalahnya sudah selesai sekalipun bangunan tersebut mangkrak itu kerna kesalahan program," ucap Iskandar.

Sementar itu, Kepala Desa EM. Jumadi AY mengaku tidak mengetahui hal tersebut. "Saya tidak mengetahui hal itu, karena baik dari Mantan Kepala Desa Maupun Pjs tidak tidak menyerahkan satu berkas apapun terkecuali Motor Dinas dan kunci kontak," ucapnya. (Hison)
Komentar

Tampilkan

Terkini