-->

KMMI Prihatin Musibah Banjir di Jakarta

Bidik Nusantara
Tuesday, 25 February 2020, 14:56 WIB Last Updated 2020-02-25T10:32:21Z

JAKARTA - Kesatuan Masyarakat Madani Indonesia (KMMI) merasa prihatin atas terjadinya banjir di Jakarta yang merupakan langganan setiap tahun dan belum ada solusi untuk mengatasinya.

"Baru hujan sedikit saja sekarang Jakarta sudah banjir, bahkan sampai bekasi dan Wilayah sekitarnya ada apa ini ?. kalau curah hujan turun dan banjir,  selalu yang disalahkan hulunya yaitu Bogor, padahal air yang menuju jakarta melalui sungai ciliwung itu yang harus di benahi," kata Ketua KMMI Ir.Hj Chairum Rahmi.

Ia menjelaskan, sesuai fungsi dan kapasitas penampungan air baik dari hulu maupun limpasan sekitar, sehingga air sampi jakarta yang jarak tempuhnya 12 jam itu seharusnya tidak menyebabkan banjir. Disamping itu, kata dia, air menuju jakarta pada kondisi tertentu bisa dialirkan melalui sungai Cisadane, untuk dibuatkan sodetan dengan sungai ciliwung. "Bikin buka tutup pintu air. Insya Allah Jakarta tidak banjir," jelasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Ia meminta team KMMI Divisi Lingkungan Hidup untuk membuat contoh konkrit 50 sampi 100 meter sepanjang sungai ciliwung. 

"Saya menghimbau team KMMI , khususnya Divisi Lingkungan Hidup , agar membikin contoh konkrit 50 sampi 100 meter sepanjang sungai ciliwung. Dibenahi tanggul  dan sempadan sungainya sesuai Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 1991 dan  Inpres  No 2 Tahun 2018  yaitu dibersihkan bangunan dan pemukiman serta ditanami tanaman yg bisa menjadi penguat tebing supaya tdk longsor, spt tanaman sereh wangi atau bambu," pungkasnya. (Agus)
Komentar

Tampilkan

Terkini