-->

Kemping di Negeri Atas Awan, PEMA Diskusi Ganja Menjadi Komoditas Ekspor

Bidik Nusantara
Wednesday, 12 February 2020, 13:27 WIB Last Updated 2020-02-12T06:47:32Z

ACEH - Pengurus Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa melaksanakan  kemping di Negeri Atas Awan di Desa Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. 

Kegiatan perkemahan yang dilaksanakan pada tanggal 08-09 Februari 2020 di ikuti oleh 26 anggota PEMA dan tiga orang anggota dari HPI itu bertemakan "Lets'have fun and adventure".

Presiden Mahasiswa PEMA, M. Kamalul Razzaq mengatakan, kegiata tersebut merupakan perdana yang di selenggarakan oleh PEMA USCND  Langsa. Dengan harapan bisa membangun solidaritas dari seluruh anggota PEMA dan seluruh mahasiswa USCND Langsa dalam menjalankan massa kepengurusan selama satu tahun kedepan, "Kami berharap dengan adanya kegiatan ini akan membawa hal positif kedepanya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia Iqbal Satria menambahkan, dalam kegiatan tersebut terdapat 26 peserta yang ikut berkontribusi. "Presiden Mahasiswa USCND turut mengundang perwakilan dari HPI Nasional dikarenakan dalam kegitan tersebut juga membuat diskusi terkait isu terkini," tambahnya.

Wakil Presiden HPI Seluruh Indonesia, Erfin Dermawan S. Mengaku sangat antusias mengukuti kegiatan tersebut. "Saya ikut andil dalam kegitan tersebut dan saya bersentuhan langsung dalam kegiatan itu, saya melihat dalam kegiatan Lets'have fun and adventure yang diselenggarakan oleh  USCND atau pemerintahan mahasiwa ini seluruh peserta sangat antusias dalam membangun komitmen kebersamaan dan solidaritas," ujarnya.

Selain itu, kata dia, terdapat kesadaran dari rekan rekan peserta untuk membersihkan sampah yang ada. "Harapan saya kegiatan semacam itu harus tetap ada sebagai upaya mempererat tali kekeluargaan antar sesama," ungkap Erfin.

Jadi, sambungnya, dalam kegiatan tersebut juga adanya forum diskusi  tentang isu terkini yang lagi viral. Yaitu, tentang Ganja menjadi komoditas  ekspor untuk membantu perekonomian  masyarakat," sambung Erfin.

Hari ini, mamasih kata Erfin, Pemerintah memiliki PR besar yang harus dibuat untuk memperbaiki negeri. "Begitu banyak pantauan pemerintah terhadap Aceh hingga pada akhirnya pemerintah mendelik satu sumber yang di anggap dapat memperbaiki perekonomian umat khususnya aceh. Yakni, melegalkan ekspor tanaman ganja, hemat saya pemerintah juga sebelum mengambil keputusan yang saat ini menjadi tranding topik melalukan banyak pantauan dan pastinya atas survei akademisi yang kuat dan tidak melupakan nilai-nilai hukum yang berlaku sebelumnya, oleh kernanya kita ndak perlu risau barangkali apa yang hari ini dikhawatirkan oleh rekan-rekan sekalian sudah menjadi pembahasan di senayan sebelum ini menjadi tranding topik," tuturnya.

Menurutnya, apabila ganja di legalkan dalam penanaman untuk pengeksporan maka dikhawatirkan akan mengakibatkan peningkatan pemakai narkotika golongan satu. 

Misalnya, katadia, para penguna akan tergiur untuk coba coba ganja sehingga menjadi candu, walaupun UUD tentang penyalahgunaan narkotika. Sudah ada tetapi hal-hal demikian tidak bisa dihindari," pungkasnya.(Samsul) 
Komentar

Tampilkan

Terkini