-->

GP Ansor Kota Bogor Dan PCNU Kota Bogor Laporkan Terduga Penghina Kiyai

Bidik Nusantara
Friday, 7 February 2020, 16:46 WIB Last Updated 2020-02-07T10:08:25Z

BOGOR -  AB (28) diduga keras telah menghina kiyai besar NU dan Wapres RI melalui media sosial yang telah tersebar dan ditonton oleh ribuan orang.

Video yang di upload oleh AB pada tanggal 01 februari 2020 ini, telah menyita perhatian publik, khususnya warga nahdliyin. Video yang berisikan tentang hinaan dan judge yang ditujukan pada KH. Said Agil Siradj  KH. Ma'ruf Amin ini berisikan perihal "Kapan matinya ya said agil dan ma'ruf amin?"

Mengetahui hal tersebut, sontak warga NU pun geram dan mengutuk keras perlakuan AB yang sudah menghina terang-terangan dimuka umum melalui media sosial terhadap Kiyai besar NU. 

Dari dari dasar itu, PC Gerakan Pemuda Ansor Kota Bogor dan Pengurus Cabang NU Kota Bogor yang di dampingi kuasa hukum nya dari Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor dan Lembaga Pemberi Bantuan Hukum NU Kota Bogor, menyambangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Kota Bogor di Jalan Kapten Muslihat, Jumat (06/1/2020).

Dengan mendampingi GP Ansor dan PCNU Kota Bogor, kuasa hukum Anggi Triana Ismail,SH menyampaikan dengan tegas bahwa perbuatan AB di duga telah melanggar ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara diatas 5 tahun. 

"Dan kami telah di terima dengan baik oleh polresta bogor, laporan kami pun diterima. AB telah kami laporkan sebagaimana nomor laporan polisi : STBL / 91 / II / 2020 / SPKT / Polresta Bogor, tertanggal 06 februari 2020," ungkap Anggi melalui Pers Release yang diterima Redaksi, Jumat (07/01/2020).

Ia mengatakan, pihaknya mendukung Polri untuk segera mengamankan AB, yang apabila tidak ditindak segera mungkin, khawatir akan ada kekacauan di lapangan karena warga NU seluruh Indonesia, benar-benar merasakan geram dan muak terhadap perlakuan AB atas pelecehan dan pencemaran nama baik Kiyai NU. 

"Warga NU mengutuk keras perbuatan AB, dan Polri harus segera mengamankan AB yang saat ini sebagai status terlapor," tukasnya. (IB)
Komentar

Tampilkan

Terkini