-->

Diperotes Warga, Pelaksanaan DD di Desa Kamawen Sesama Mantan Saling Tuding

Bidik Nusantara
Tuesday, 11 February 2020, 23:40 WIB Last Updated 2020-02-11T16:45:52Z
Foto: PJS Kades Kamawen saat ditemui wartawan
KALTENG, Muara Teweh - Pelaksanaan Dana Desa (DD) Kamawen, Kecamatan Montallat, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, diduga tidak tepat sasaran dan disebut-sebut akibat di manfaatkan untuk kepentingan kampanye.

Pasalnya, hal itu menuai protes dari warga tapi tidak di dengarkan sehingga membuat sesama mantan kades saling tuding terkait hal tersebut.

Bubun S.pd mantan Pejabat Kades Sementara (PJS) membenarkan bahwa DD dan ADD tahap lll dirinya yang mencairkan, namun Ia serahkan langsung kepada bendahara Desa.

"Iya benar saya yang mencairkan DD tahap III dan ADD pada bulan Desember 2019 di BRI Maranen dengan Jumlah DD sebesar Rp. 336 Juta dan ADD dengan besaran nilai yang hampir sama, setelah dicairkan saya serahkan lansung kepada bendahara dan operator pendamping yang memang saat itu mendampingi pencairan,"kata Bubun saat ditemui wartawan, Senin (10/2/20).

Padahal, kata Bubun, dirinya sudah berpesan agar unsur terkait baik itu Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) berhati-hati dalam pelaksanaan, kerna jika tidak sesuai dirinya enggan menanda tangani di pertanggung jawaban dana tersebut.

"Dalam pelaksanaanya saya tidak tau percis, kerena memang setelah saya dilantik hingga saat ini Rencana Anggaran Biaya (RAB) DD dan ADD sepertinya dirahasiakan. Padahal saya sudah mengingatkan agar unsur terkait, TPK berhati-hati dalam pelaksanaan, kerena jika tidak sesuai saya enggan tanda tangan di pertanggung Jawaban dana nantiya," tegas Bubn.

Untuk pelaksanaan anggaran yang saya ketahui, sebelumnya sudah di bangun 7 unit WC dari jumlah 22 unit. Namun terkait penempatan tidak tepat sasaran dan tidak merata, bahan ada yang di bangun di dalam rumah. Menurutnya, hal tersebut adalah kewenangan TPK dan mantan Kades terdahulu yang memang sepertinya penempatan poroyek dimaksud di manfaatkan untuk kepentingan kompanye," sambung Bubun.
Foto: Ketua TPK 

Terpisah Aman Jaya selaku TPK mengaku tidak mengetahui jumlah anggaran yang di gunakan. "Saya hanya selaku pelaksana, sedangkan yang mengetahui dan mengurus administrasi adalah operator DD dan sekaligus beliau juga adalah Sekretaris TPK dan ketua BUMDES," katanya.

Sementara itu, Iskandar. S. mantan Kepala Desa Kamawen mengakui bahwa dirinya yang membuat RAB. Namun saat itu, kata dia, masa jabatannya telah habis dan dilanjutkan oleh Pjs.

"Iya benar yang membuat RAB anggaran adalah saya, namun seharusnya TPK membangun WC tersebut di antara dua buah rumah yang belum memiliki WC. Kerena saya habis masa jabatan maka semua harus dipertanggung jawabkan oleh Kades Pjs," singkatnya.(Hison)
Komentar

Tampilkan

Terkini